Imam Positif COVID Nekat Pimpin Tarawih, DMI DKI: Ini Pelajaran

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Kamis, 14 Mei 2020 09:50 WIB
masjid.
Ilustrasi masjid (dikhy sasra/detikcom)
Jakarta -

Dewan Masjid Indonesia (DMI) DKI Jakarta bicara soal kasus seorang imam salat Tarawih yang positif virus Corona di Tambora, Jakarta Barat, nekat memimpin salat berjemaah dan berdampak 28 orang menjadi ODP. Mereka meminta kasus ini bisa dijadikan pelajaran.

"Kita kan sudah kasih seruan agar tidak menggunakan tempat ibadah, Tarawih, segala macam. Ini kan kalau sudah terjadi begitu siapa yang tanggung jawab? Ini jadi pelajaranlah, jangan merasa aman kita ya padahal ternyata bisa menularkan kepada yang lain," kata Ketua DMI DKI Jakarta Makmun Al Ayubi ketika dihubungi, Kamis (14/5/2020).

Makmun meminta kasus ini bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat. Dia juga berharap masyarakat tetap mematuhi pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan mengikuti fatwa MUI terkait kegiatan ibadah selama pandemi Corona.

"Mari kita sama-sama patuhi PSBB yang diperpanjang oleh Pak Gubernur, kemudian seruan Dewan Masjid dan MUI dengan mengacu kepada fatwa MUI. Ya sabarlah ya dengan tetap kita di rumah melaksanakan ibadah," ujar Makmun.

Makmun mengatakan pentingnya menaati aturan PSBB. Sebab, menurutnya, kawasan zona hijau bukan menjadi jaminan warga aman dari penyebaran Corona.

"Kita ini masih banyak yang beranggapan kami zona hijau bla-bla-bla begitu kan. Jakarta ini kita tidak lagi pilah-pilah zona hijau, merah, kuning, PSBB itu berlaku untuk seluruh Jakarta. 'Kami ini masih di zona hijau,' siapa yang tahu zona hijau kan. Bahwa sekali lagi PSBB kita di Jakarta berlaku untuk seluruh kelurahan dan RW di Jakarta," jelasnya.

Sebelumnya, seorang imam salat tarawih di Tambora, Jakarta Barat, membuat 28 jemaah menjadi ODP. Kementerian Agama mengatakan sejak awal sudah menganjurkan masyarakat beribadah di rumah.

"Kami dari awal mengimbau masyarakat untuk tidak salat berjemaah di masjid karena harus menghindari kerumunan dan pertemuan banyak orang, dari awal kita mengimbau. Dan kita masih konsisten mengimbau, bahkan tidak ada relaksasi ini, karena kasus COVID semakin bertambah ini, jadi tidak ada alasan untuk melakukan relaksasi terhadap rumah ibadah, jadi mengimbau masyarakat tetap berada di rumah saja," kata Dirjen Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin kepada wartawan, Rabu (13/5).

Tonton juga 'Video Nenek 100 Tahun di Rusia Sembuh dari Corona':

[Gambas:Video 20detik]

(gbr/gbr)