Round-Up

Fakta-fakta Terbaru Jatuhnya Pesawat MAF di Danau Sentani Papua

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 14 Mei 2020 05:08 WIB
Proses evakuasi pesawat MAF Jatuh di Danau Sentani, Papua.
Foto: Proses evakuasi pesawat MAF Jatuh di Danau Sentani, Papua. (Dok Polda Papua)
Jakarta -

Pesawat milik Mission Aviation Fellowship (MAF) jatuh di Danau Sentani, Papua. Pesawat itu ternyata membawa alat kesehatan penanganan wabah virus Corona.

Pesawat MAF PK-MEC tipe Kodiak-100 ini dipiloti, Joyce Lin take off pada Selasa 12 Mei 2020 pukul 06.27 WIT dari Bandara Sentani menuju Mamit, Kabupaten Tolikara (WAJJ-WAVS).

Sekira pukul 06.29 WIT pesawat hilang kontak. Pesawat lalu jatuh di tengah-tengah danau, di atas permukaan air dan tenggelam.

Pesawat kargo tersebut membawa logistik bahan makanan dan tidak berpenumpang.

Berikut fakta-fakta terbaru jatuhnya pesawat MAF di Danau Sentani Papua:

Bawa Alat Kesehatan Corona

Juru bicara Satgas COVID-19 Provinsi Papua dr Silwanus Sumule menyampaikan rasa dukacita yang mendalam atas jatuhnya pesawat milik MAF di Danau Sentani. Pesawat itu ternyata membawa alat kesehatan penanganan wabah virus Corona.

"Kami Satgas COVID-19 Provinsi Papua ingin menyampaikan duka yang sangat mendalam kepada keluarga besar Mission Aviation Fellowship (MAF) dan pilot Capt Joyce Lin atas accident pesawat yang jatuh di Danau Sentani," ujar Silwanus kepada wartawan, Selasa (12/5/2020) malam.

Silwanus mengatakan pesawat MAF kode PK-MEC yang jatuh di Danau Sentani, Kabupaten Jayapura, pada Selasa (12/5) pagi itu membawa sejumlah alat kesehatan yang akan digunakan tenaga medis di Distrik Mamit, Kabupaten Tolikara.

"Jadi pesawat MAF itu membawa sejumlah material yang akan digunakan teman-teman medis di Distrik Mamit, Kabupaten Tolikara, dalam rangka pelayanan pencegahan COVID-19," ungkapnya.

Dua hari lalu tim medis yang melakukan pelayanan kesehatan di Distrik Mamit mengontak pihak Satgas Provinsi Papua melalui telepon seluler dan meminta sejumlah alat kesehatan untuk dikirimkan ke sana.

Di Distrik Mamit, ada Klinik Siloam, yang selama ini memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat setempat.

"Mereka minta kami agar dikirimkan alat rapid test, kemudian alat VTM (viral transport medium) untuk pengujian COVID-19 dan baju APD (hazmat), tetapi Tuhan berkehendak lain, pesawat mengalami kecelakaan," ungkapnya.

"Dengan insiden ini, pihaknya tentu akan mengirim ulang material ke Mamit agar pelayanan kesehatan bagi pencegahan Corona di sana bisa berjalan," kata Sumule.

Mamit adalah salah satu kampung di Distrik Kembu di Kabupaten Tolikara yang menjadi salah satu pusat pelayanan misionaris GIDI. Di sana, ada sejumlah fasilitas kesehatan dan pendidikan yang dikelola oleh yayasan keagamaan, di antaranya Klinik Siloam dan Sekolah Lentera Harapan.

Foto: Proses Pencarian Pesawat MAF yang Jatuh di Danau Sentani Papua (dok.istimewa)

Pilot Baru Bertugas di Papua

Joyce Chaisin Lin (40), seorang pilot wanita dari pesawat pengangkut logistik milik Mission Aviation Fellowship (MAF) yang jatuh di Danau Sentani, Jayapura, diketahui masih baru bertugas di Papua. Pilot warga negara Amerika itu mulai tugas di Papua sejak November 2019.

"Sementara informasi yang saya gali terkait pilot itu bahwasanya tergolong baru yang ada di Papua. Dan dia tiba di Papua pada tanggal 28 November 2019, yang merupakan warga negara Amerika keturunan China," ujar Danlanud Silas Papare Jayapura, Marsma TNI Tri Bowo Budi Santoso, dalam keterangannya di Kantor Besarnas Jayapura, Selasa (12/5/2020).

Kronologi Jatuhnya Pesawat MAF

Berdasarkan keterangan saksi yang melihat sekitar pukul 06.29 WIT, kata Kamal, pesawat MAF PK-MEC yang saat itu terbang melewati Danau, meledak di atas ketinggian. Pesawat lalu jatuh di tengah-tengah danau, di atas permukaan air dan tenggelam.

Berikut kronologi pesawat jatuh di Danau Sentani hingga pilot dievakuasi:

Pukul 06.27 WIT

Pesawat jenis kodiak K-100 PK-MEC milik MAF take off dari Bandara Sentani tujuan Distrik Mamid Kabupaten Tolikara.

Pukul 06.29 WIT

Pilot memanggil tower "Mayday" dan meminta RBT (mendarat darurat), selanjutnya petugas tower memanggil namun tidak ada jawaban dari pilot. Pesawat hilang kontak.

Pukul 06.35 WIT

Polsek Kawasan Bandara Sentani mendapat informasi dari masyarakat yang di TKP, langsung bergerak menuju TKP lokasi jatuhnya pesawat, tepat di tengah-tengah danau antara Kampung Yoboi dan Kamyagha. Tim dipimpin Aiptu Pit Suhartono beserta anggota.

Pukul 06.50 WIT

Aipda Pit Suhartono beserta Anggota tiba di Dermaga Yahim dan langsung bergerak menuju TKP jatuhnya pesawat dengan menggunakan speed boat milik Pol Airud Polda Papua.

Pukul 07.15 WIT

Aipda Pit Suhartono dan Bripka Alfian tiba di TKP jatuhnya pesawat dan mendapati masyarakat sedang membantu proses evakuasi korban yaitu pilot dari pesawat AMA yang jatuh.

Kecelakaan terjadi pada Selasa (12/5) pagi (ANTARA FOTO/Gusti Tanati)

Pukul 07.47 WIT

Kapolres Jayapura AKBP Victor D Mackbon tiba di TKP dan memimpin proses evakuasi korban pilot. Disusul Kepala Basarnas Jayapura Zainul Thahar dan GM PT Angkasapura 1 Bandara Sentani Antonius Widya P tiba di TKP untuk memantau proses evakuasi korban.

Pukul 08.14 WIT

Tim SAR Penyelam dari AURI, Peltu Absent Tinus Simbiring dan Sertu Elisa Womsiwor, tiba di TKP jatuhnya pesawat untuk mengevakuasi jenazah pilot MAF, Joyce Chaisin Lin (40), yang masih terperangkap di dalam badan pesawat. Pukul 08.15 WIT, tim penyelam melaksanakan penyelaman ke dasar Danau untuk mengevakuasi jenazah pilot.

Pukul 08.29 WIT

Jenazah Pilot Joyce Lin berhasil dievakuasi dari dalam badan pesawat dan dibawa ke permukaan air dan dinaikkan ke perahu yang telah disiapkan untuk mengevakuasi jenazah.

Pukul 08.35 WIT

Jenazah Pilot Capt Joyce Lin dibawa ke Dermaga Yahim untuk dievakuasi ke RS Bhayangkara, guna penanganan lebih lanjut.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2