Cegah Lonjakan, MPR Ingatkan Pemerintah Siapkan Faskes di Daerah

Reyhan Diandri Ghivarianto - detikNews
Selasa, 12 Mei 2020 22:51 WIB
Lestari Moerdijat
Foto: Dok. MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengingatkan pemerintah pusat dan daerah agar dapat bersinergi mempersiapkan fasilitas kesehatan di daerah, untuk mengantisipasi lonjakan pasien COVID-19 pasca Lebaran.

"Sejumlah fenomena terjadi menjelang Lebaran di masa pandemi COVID-19 tahun ini. Mulai dari mudik yang terjadi lebih awal hingga pekerja migran yang pulang kampung. Beban daerah akan meningkat dalam upaya membendung penyebaran COVID-19," ungkap Lestari, dalam keterangannya, Selasa (12/5/2020).

Mengutip data Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Lestari mengatakan bahwa pemudik yang datang ke Jawa Tengah sejak 26 Maret-9 Mei 2020 sudah tercatat sebanyak 824.833 orang. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Surabaya pada hari Kamis (23/4) lalu mengungkapkan, sudah ada 13.430 orang yang mudik ke Jawa Timur.

"Banyaknya pergerakan orang dari satu daerah ke daerah lain di masa wabah COVID-19, berpotensi meningkatkan penyebaran virus," jelas Lestari.

Menurut Lestari, isu pelonggaran kebijakan dalam beberapa hari terakhir semakin santer terdengar. Akibatnya, semakin banyak masyarakat yang abai terhadap penerapan protokol kesehatan yang ketat. Kondisi itu pun, diperparah dengan belum meratanya fasilitas rumah sakit di tanah air.

Berdasarkan data rasio tempat tidur rumah sakit terhadap 1.000 penduduk di negara oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) per 5 April 2020, peringkat Indonesia berada di posisi 41 dari 42 negara dengan rasio ketersediaan ranjang 1 per 1.000 penduduk Indonesia.

Lestari menambahkan, empat provinsi yang dinilai memiliki fasilitas rumah sakit lebih baik pun, rasio ketersediaan ranjangnya masih rendah. Adapun rasio ketersediaan ranjang rumah sakit seperti di DKI Jakarta yaitu 2,33 per 1.000 penduduk, lalu Jawa Timur 1,07 per 1.000 penduduk, kemudian Jawa Tengah 1,15 per 1.000 penduduk, dan Sulawesi Selatan 1,53 per 1.000 penduduk.

"Dengan kondisi tersebut bila terus menerus terjadi penambahan jumlah orang terpapar COVID-19, rumah sakit pun akan kewalahan melayani pasien," ujar Lestari.

Lestari mengungkapkan, belum meratanya kelengkapan fasilitas sejumlah rumah sakit di daerah akan menimbulkan masalah serius dalam penanganan wabah COVID-19 di tanah air. Gejala tidak meratanya fasilitas Rumah Sakit itupun sudah terlihat.

Dalam satu pemberitaan pada Senin (11/5) kemarin, Lestari menjelaskan, bahwa Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini keberatan dengan banyaknya pasien asal luar kota yang dirujuk ke rumah sakit di Surabaya, Jawa Timur. Hampir 50% pasien di rumah sakit di Surabaya adalah warga luar kota.

Bisa dibayangkan bila terjadi pergerakan orang yang masif ke sejumlah daerah dan daerah tidak mampu membendung penyebaran COVID-19, maka Lestari pun khawatir akan muncul episentrum penyebaran virus baru di sejumlah daerah.

Lestari pun mengatakan, bahwa langkah konkret dalam memperkuat fasilitas kesehatan di daerah sangat dinantikan, agar pengendalian penyebaran COVID-19 di tanah air lebih efektif.

"Kondisi ini harus segera dicarikan solusinya. Tentu saja harus dilakukan melalui kolaborasi antara pimpinan pusat dan daerah serta penerapan strategi yang tepat, sehingga kendalanya bisa segera diatasi," pungkas Lestari.

(prf/ega)