ADVERTISEMENT

Pengacara ABK WNI Nilai Sumber Masalah Ada di Agen Penyalur Tenaga Kerja

Danu Damarjati - detikNews
Selasa, 12 Mei 2020 20:43 WIB
-
Ilustrasi pelarungan jenazah ABK WNI dari kapal pencari ikan berbendera China. (iStock)
Jakarta -

"Ini sakitku, Mak, jangan nangis, Mak," kata Effendi Pasaribu dari kapal sarat perbudakan, saat menenangkan mamaknya di kampung Tapanuli Tengah lewat video call. Akhirnya Effendi meninggal dunia, menyusul tiga rekannya yang lebih dulu tiada. Kerja penuh siksa di kapal China menjadi sorotan lintas negara. Namun akar masalahnya dinilai ada di dalam negeri Indonesia.

"Menurut saya ini lebih kepada masalah penyalur tenaga kerjanya," kata Boris Tampubolon dari DNT Lawyers, tim pengacara 14 ABK WNI yang selamat dan akhirnya pulang ke Indonesia, menyampaikan pandangannya soal kasus perbudakan ini kepada detikcom, Selasa (12/5/2020).

Dia menduga ini merupakan kasus serupa yang sering dialami para ABK bernasib malang. Para ABK WNI bisa sampai ke tengah samudera gara-gara dikirim oleh agen penyalur ABK di Indonesia. Mereka seolah-olah dilemparkan ke laut tanpa dibekali pelatihan keterampilan yang memadai. Agen penyalur tenaga kerja tidak pernah menggubris lagi bila para ABK disiksa bos kapal gara-gara tidak bisa bekerja sesuai dengan harapan.

"Ini tidak hanya berlaku kepada ABK yang sekarang. Ini berkaca juga dari kasus-kasus yang lain yang pernah terjadi dahulu," kata Boris.

Umumnya ABK yang direkrut agen penyalur tenaga kerja memiliki latar belakang ekonomi dan pendidikan yang lemah. Karena putus asa mencari pekerjaan layak di dalam negeri, para korban didatangi oleh calo penempatan tenaga kerja (biasa disebut sponsor), dan menjanjikan ada pekerjaan yang layak dengan iming-iming gaji besar. Jika setuju, para korban akan dibawa ke agen penyalur ABK. Tugas sponsor berhenti sampai di sini dan kemudian mendapatkan uang dari agen penyalur. Setelah itu, agen penyalur akan bekerja sama dengan pemilik kapal untuk penempatan ABK.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT