Kapasitas Testing Naik, BNPB: Jangan Kaget Minggu Depan Positif Corona Naik

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Selasa, 12 Mei 2020 14:37 WIB
Pemerintah Kota Bekasi menggelar tes massal corona terhadap penumpang KRL di Stasiun Bekasi. Tes kali ini menggunakan alat yang lebih akurat berupa polymerase chain reaction (PCR). Agung Pambudhy/Detikcom. 

1. Penumpang Commuter line mengikuti test massal COVID 19 dengan metode polymerase chain reaction (PCR) di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Selasa (5/5/2020).
2. Sebanyak 300 penumpang kereta dipilih secara random mengikuti tes ini. 
3. Metode tes PCR adalah mengetes spesimen yang diambil dari dahak di dalam tenggorokan dan hidung lalu diswab. 
4. Tes ini dianggap paling akurat dibandingkan rapid test yang hanya untuk mendeteksi reaksi imun dalam tubuh.
5. Data terkini kasus positif Covid-19 di Kota Bekasi telah mencapai 249 orang. Pasien sembuh corona 126, dalam perawatan 95, sedangkan meninggal 28 orang.
6. Test ini dibantu petugas dari RSUD Kota Bekasi dan Dinkes Kota Bekasi.
7. Sebelum masuk ke stasiun, penumpang lebih dulu menjalai tes PCR secara acak. Setelah itu, sampel lemdir dari hidung akan diuji di Labiratorium Kesehatan Kota Bekasi.
8. Hasil pemeriksaan ini diharapkan memberi gambaran kondisi penumpang ‎KRL apakah ada yang terpapar COVID-19 atau tidak.
9. Sebelumnya di KRL ada tiga orang yang dinyatakan positif virus COVID-19 berdasarkan hasil test swab PCR yang dilakukan pada 325 calon‎ penumpang dan petugas KAI di Stasiun Bogor. 
10. Sejumlah kepala daerah meminta pemerintah pusat untuk menstop operasional KRL guna menghambat penyebaran virus COVID-19
11. Hingga 4 Mei 2020 di Indonesia terdapat 11.587 kasus COVID-19 dengan kasus kematian 864 meninggal dan 1.954 sembuh.
12. Sampai kemarin pemerintah telah menguji 112.965 spesimen dari 83.012 orang di 46 laboratorium.
Ilustrasi testing virus Corona (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

BNPB menargetkan ada peningkatan tes PCR untuk deteksi virus Corona hingga ke daerah. Karena itulah, jumlah kasus positif Corona di daerah dinilai akan meningkat.

"Tadi banyak pertanyaan mengenai PSBB, di pusat sudah mulai turun tapi di daerah mulai naik. Sebenarnya memang di daerah ini harapannya hasil positif itu memang kita targetkan untuk naik. Kenapa? Karena memang kemarin itu kita harusnya kita itu ditargetkan bisa 10 ribu testing per hari oleh Pak Presiden, tetapi karena kapasitas laboratorium kita, baik itu peralatan maupun SDM yang waktu itu masih terbatas," kata Plt Deputi II Bidang Penanganan Darurat BNPB Dody Ruswandi dalam rapat virtual dengan Komisi VIII DPR, Selasa (12/5/2020).

"Tetapi Gugus Tugas Pusat sudah bisa meningkatkan semua kapasitas testing ini, laboratorium ini, dan diharapkan mulai akhir minggu ini sudah bisa naik," imbuhnya.

Dody meminta masyarakat tidak kaget jika nantinya akan ada kenaikan kasus positif Corona karena jumlah tes ditingkatkan. Dody menyebut akan ada penambahan jumlah tes hingga 40 ribu tes.

"Sehingga nanti mungkin jangan kaget Bapak/Ibu bahwa minggu depan itu akan cenderung banyak naiknya. Secara teknis memang harusnya itu, karena supaya kita bisa mempercepat selesainya COVID ini, memang jumlah testing harus kita naikkan. Harapan kita bisa mencapai 40 ribu (tes), supaya itu bisa mewakili daerah merah yang kita anggap mewakili daerah tersebut," jelas Dody.

Selain meningkatkan jumlah tes, Dody mengatakan perlu adanya peningkatan kapasitas rumah sakit untuk mengantisipasi lonjakan pasien. BNPB bersama Kementerian PUPR disebutnya juga tengah menyiapkan sejumlah rumah sakit darurat di daerah.

"Dan di Jakarta sendiri, di DKI, di Jabodetabek itu prioritas rumah sakit itu sekarang memang sudah mulai terkendali, tidak penuh lagi pasien-pasien COVID-nya. Nah sekarang karena di daerah kemampuan testing ini akan ditingkatkan, kecenderungan sekarang nanti harus meningkatkan juga kapasitas rumah sakit di daerah," ujar Dody.

"Dan saat ini sedang berlangsung di beberapa daerah, BNPB dengan Kementerian PU meningkatkan fasilitas-fasilitas untuk rumah sakit darurat, di mana ada yang kita relokasi baru, ada yang menyiapkan rumah sakit-rumah sakit darurat dari gedung-gedung ataupun tempat-tempat yang tidak dipakai," lanjut dia.

Dengan meningkatnya jumlah testing Corona, Dody memprediksi puncak pandemi di Indonesia akan terjadi pada Juni. Dengan begitu, ia berharap kurva kasus di Indonesia akan cepat landai setelah mencapai puncak.

"Karena setiap kita selesai testing, di akhir atau di awal Juni nanti itu mudah-mudahan sesuai harapan, tergantung partisipasi masyarakat. Kalau semuanya bisa bersama-sama ikut testing ini mudah-mudahan kurva puncak kita itu di awal bulan Juni itu. Kalau puncak di sana, kita juga harus siap dengan kapasitas rumah sakit. Insyaallah nanti kalau semuanya testing ini selesai, dan puncaknya bisa tercapai, dan setelah itu mudah-mudahan bisa landai ke bawah," tuturnya.

Tonton juga 'Pemerintah Tegaskan Tak Ada Pelonggaran Larangan Mudik':

[Gambas:Video 20detik]

(azr/zak)