Pemerintah: Dinamika Kasus Corona Usai Lebaran Tergantung Daerah

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 12 Mei 2020 12:28 WIB
Kepala BNPB/Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Letjen Doni Monardo. (Foto: dok. BNPB)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan dinamika kasus virus Corona (COVID-19) usai Idul Fitri tergantung dari daerah. Ini semua bergantung dari kedisiplinan semua pihak untuk mematuhi protokol kesehatan.

"Penekanan pak presiden yang terakhir adalah dinamika setelah selesai Lebaran sangat tergantung dari perkembangan yang terjadi di semua daerah, khususnya tentang kesungguhan kita semua untuk mematuhi protokol kesehatan selama dua minggu terakhir," ujar Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Letjen Doni Monardo, Selasa (12/5/2020).



Hal ini disampaikan Doni seusai rapat terbatas dengan Jokowi perihal evaluasi pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Terkait evaluasi kebijakan ini, Jokowi menekankan di daerah PSBB dan non-PSBB tetap menjalankan protokol kesehatan.

"Testing secara masif, tracing secara agresif dan isolasi yang ketat. artinya, setelah seseorang positif COVID-19 dan juga masyarakat yang terpantai sebagai ODP agar tidak melakukan aktivitas di luar rumah," kata Doni.



Pemerintah pusat tidak memaksakan seluruh daerah di Indonesia menerapkan PSBB. Masing-masing daerah diperbolehkan memberlakukan kebijakan yang sesuai dengan karakter daerahnya.

"Bapak Presiden menegaskan pemerintah pusat tidak memaksakan PSBB pada daerah-daerah. Daerah-daerah boleh memilih pendekatan yang sesuai dengan kondisi masing-masing," ucap Doni.

(dkp/dhn)