Jaga Zona Hijau dari Corona, Bupati Bogor Larang Warga Mudik Lokal

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Senin, 11 Mei 2020 16:38 WIB
Tes massal Corona kepada penumpang KRL, Bupati Bogor Ade Yasin
Bupati Bogor saat tes cepat Corona ke penumpang KRL. (Foto: Istimewa)
Kabupaten Bogor -

Bupati Bogor Ade Yasin melarang warga yang berada di kawasan zona merah untuk melakukan mudik lokal ke wilayah zona hijau. Hal ini sebagai upaya agar tidak memunculkan penyebaran virus Corona (COVID-19) di wilayah yang tidak ada pemantauan akses keluar-masuk.

"Kami selain melarang mudik antarkota, kami juga sudah melarang masyarakat zona merah untuk mudik jauh. Jadi ini yang lebih berbahaya ketika yang merah karena di dalam kota, di dalam satu kabupaten, mereka tidak ada pantauan juga, tidak ada check point misalkan, mereka masuk bebas karena merasa ini satu kampung," kata Ade melalui siaran langsung dari kanal YouTube CSIS, Senin (11/5/2020).

Ade menyebut pihaknya tidak akan lengah mengawasi warganya yang akan pergi ke wilayah lain yang masih sama-sama berada di Kabupaten Bogor. Ia akan mengerahkan bantuan dari RT/RW untuk memantau pergerakan warga yang akan pergi maupun keluar lingkungan.

Dia pun memastikan Pemkab Bogor dan pihak terkait lainnya tidak akan segan-segan untuk memutarbalikkan kendaraan yang mencoba masuk. Jika mereka tetap nekat, kata Ade, warga harus siap diisolasi dan berstatus orang dalam pemantauan (ODP).

"Kalau memang nekat masuk, statusnya harus mau jadi ODP. Kalau memang mau diputar balik, lebih baik diputar balik," tuturnya.

Ade mengklaim pemantauan di tingkat RT dan RW lebih efektif ketimbang pantauan check point. Ia menyebut akan tetap menjaga wilayah zona hijau agar tidak berstatus merah seperti yang sudah terjadi di 18 kecamatan.

"Jadi penanganan di tingkat RT, di tingkat RW ini ternyata lebih efektif daripada kita hanya melakukan check point dengan memutar balik kendaraan, dengan pemeriksaan di angkutan, baik angkutan pribadi atau umum dan sebagainya. Ternyata penanganan di tingkat wilayah terkecil ini ternyata cukup efektif," ujar Ade.

"Jadi, kita ingin menjaga wilayah-wilayah kuning dan hijau ini tidak jadi merah, karena cukup hampir banyak juga dari 40 kecamatan, 18 kecamatan hampir separuhnya kita sudah zona merah dan Kabupaten Bogor juga sudah dinyatakan zona merah oleh Kota Bogor," imbuhnya.

Ade mencatat data kasus positif Corona di Kabupaten Bogor saat ini berjumlah 122 kasus. Kemudian 11 orang meninggal dunia terkait Corona dan 20 orang lainnya dinyatakan sembuh. Menurutnya, angka ini menggambarkan kasus sembuh lebih dominan dibanding angka kematian.

"Selanjutnya adalah kondisi saat ini, positif COVID-19 seluruhnya adalah 153, dengan positif aktif sekarang 122 kasus dan meninggal 11 kasus, sembuh 20 kasus. Alhamdulillah yang sembuh lebih banyak daripada yang meninggal," ucap Ade.

(elz/elz)