Viral Anggota FPI Dihadang Preman Terkait Tempat Judi di Sumut, Ini Faktanya

Haris Fadhil, Ahmad Arfah - detikNews
Senin, 11 Mei 2020 12:24 WIB
Ilustrasi penganiayaan (dok detikcom)
Foto Ilustrasi (dok detikcom)
Medan -

Sebuah video yang menunjukkan sejumlah orang sedang menghadang dan meneriaki satu orang di Sumatera Utara (Sumut) viral. Polisi pun memberi penjelasan soal peristiwa tersebut.

Dilihat detikcom, Senin (11/5/2020), dalam video itu terlihat beberapa orang menghadang satu orang dan meneriakinya. Orang yang dihadang tersebut terlihat sempat berusaha pergi, tapi kembali dikejar oleh sekelompok orang itu.

"Kau pikir aku kaleng-kaleng?" kata salah satu pria meneriaki orang yang dihadang tersebut.

Video itu disertai narasi yang menyebut peristiwa terjadi terkait sosialisasi penutupan usaha judi tembak ikan. Berdasarkan narasi di video itu, orang yang dihadang adalah anggota FPI Binjai dan kelompok yang menghadang disebut sebagai preman.

Peristiwa itu disebut terjadi di Pasar VII, Tandam Hilir Satu, Hamparan Perak, Deli Serdang, Sumut, pada Senin (4/5) malam. Keributan disebut terjadi usai anggota FPI menegur agar pemilik lokasi judi menutup usahanya.

Usai kejadian itu, anggota FPI bernama Abdul Rahman yang diduga dihadang kelompok warga membuat laporan ke Polres Binjai. Dalam laporan bernomor LP/329/V/2020/SPKT-A/RS.BINJAI tertanggal 4 Mei 2020, Abdul Rahman melaporkan dugaan penganiayaan. Ada dua korban dalam laporan itu.

Abdul Rahman, sebagai pembuat laporan, mengatakan peristiwa penghadangan itu berawal saat dirinya dan rekan-rekannya datang ke lokasi untuk meminta lokasi diduga tempat judi ditutup. Menurutnya, ada dua lokasi yang didatangi pada hari tersebut.

"Kami ada sekitar 17 orang, ada 10 kereta kami turun. Itu kami nggak ada mau anarkis, nggak bawa senjata juga, mau mengimbau aja. Masuklah kami ke Kampung Tanjung (Binjai). Di tempat pertama sedikit marah-marah tapi nggak ada yang cakap kotor. Di situ kami mengimbau agar ditutup aja. Masuk ke bawah, ini beda pemilik katanya. Di situ agar berdebat sedikit memang, saya di situ menjelaskan agar tolong ditutup. Saya nggak mau nanya ini pemilik siapa, tapi ini bulan Ramadhan tolong ditutup. Baik-baik, dia ditutup juga," ucap Abdul Rahman.

Setelah itu, katanya, dirinya dan rekan-rekannya berpindah lokasi ke Tandam Hilir Satu. Di situlah terjadi keributan.

"Masuklah kami ke daerah Tandam, sekitar jam setengah 11 mereka udah tutup. Mungkin udah dapat informasi kami mau datang. Jadi kami berdiri ambil foto untuk dokumentasi. Terus ada satu kereta lewat geber-geber, saya bilang 'woi, jangan kayak gitu, kami ke sini datang baik baik', tiba-tiba bekeluaran ramai," ucapnya.

Tonton juga 'Cekcok Massa FPI dan Pemilik Kedai Tuak yang Buka di Bulan Ramadhan':

[Gambas:Video 20detik]

Selanjutnya
Halaman
1 2