Corona di Jatim Naik Signifikan, Korps Marinir Diterjunkan untuk Persuasi

Elza Astari Retaduari - detikNews
Senin, 11 Mei 2020 11:52 WIB
Peringatan Hut Korps Marinir ke 72

Prajurit Marinir melakukan kegiatan peringatan hari ulang tahun Korps Marinir di Jakarta, Rabu (15/11/2017). Korps Marinir memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-72 di Lapangan Apel Brigif 2 Cilandak, Jakarta Selatan. Sebanyak 3.500 prajurit pun dilaporkan mengikuti acara tersebut. Grandyos Zafna/detikcom

-. Selain upacara peringatan ulang tahun, dalam kegiatan pagi ini dijadwalkan juga turut digelar defile dari para pasukan Marinir. Dalam sambutannya KSAL Laksamana TNI Ade Supandi mengatakan, di peringatan HUT ke-72 Marinir ini, dijadikan sebagai momentum untuk terus menjadi prajurit tangguh.
Korps Marinir (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Pemerintah memutuskan menurunkan unsur Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) II untuk membantu daerah dalam penanganan virus Corona (COVID-19), khususnya di daerah Jawa Timur. Nantinya Korps Marinir TNI AL akan diperbantukan memberi persuasi kepada warga agar taat pada anjuran terkait protokol kesehatan Corona.

"Melihat beberapa daerah, khususnya Jawa Timur, yang mengalami peningkatan signifikan, tadi kami laporkan kepada Bapak Presiden perlunya unsur Kogabwilhan 2 diperbantukan untuk membantu pemerintah provinsi, kabupaten/kota dalam rangka menata kembali sehingga upaya-upaya gugus tugas provinsi itu bisa mendapatkan dukungan penuh dari unsur TNI dan juga Polri di daerah," ungkap Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Letjen Doni Monardo.

Hal tersebut disampaikannya usai rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo terkait penanganan Corona seperti yang disiarkan dalam kanal YouTube Setpres, Senin (11/5/2020). Menurut Doni, Kogabwilhan bisa menurunkan unsur Marinir yang dikenal bagus dalam memberikan persuasi.

"Kogabwilhan II ini tentunya diharapkan dapat bisa memanfaatkan unsur-unsur TNI yang ada di Jawa Timur, khususnya jajaran dari Korps Marinir sehingga diharapkan unsur Marinir di tengah-tengah masyarakat bisa mengajak masyarakat dan tidak perlu sampai ada langkah-langkah penegakan hukum yang berlebihan," sebut Kepala BNPB itu.

Doni menyebut pelibatan unsur TNI juga sekaligus agar masyarakat bisa lebih patuh lagi terhadap anjuran-anjuran terkait Corona. Namun tentunya dilakukan dengan cara persuasif.

"Tetapi masyarakat diajak oleh unsur-unsur TNI yang memang sangat dihargai sehingga masyarakat bisa patuh dan bisa secara sukarela menaati arahan-arahan khususnya yang berhubungan dengan protokol kesehatan," tegas Doni.

(elz/dhn)