Sandera dan Pembunuhan Anak Kandung di Sulsel Dipicu karena Korban Berzina

Hermawan Mappiwali - detikNews
Senin, 11 Mei 2020 04:57 WIB
little child girl crying and sad about an empty brick wall
Ilustrasi (Foto: iStock)
Bantaeng -

Polisi kini mengungkap motif kasus penyanderaan dan pembunuhan oleh ayah dan saudara laki-laki terhadap anak atau adik kandung di Bantaeng, Sulawesi Selatan (Sulsel). Korban bernama Rosmini (18) itu digorok lehernya karena berhubungan badan dengan pria bernama Usman alias Sumang (45), sepupu Rosmini.

Kapolres Bantaeng AKBP Wawan Sumantri mengatakan, para terduga pelaku, baik ayah korban bernama Darwis (50), serta dua kakak laki-laki korban Rahman (30) dan Suprianto (20) merasa dipermalukan atau siri' (dalam istilah Bugis-Makassar) akibat perbuatan terlarang korban dan sepupunya. Karena siri' inilah para pelaku gelap mata, nekat mengeksekusi korban.

"Korban dibunuh karena siri', korban berhubungan dengan Usman alias Sumang yang masih sepupu dengan korban. Akhirnya keluarga malu karena korban Rosmini ini berbuat atau berhubungan badan dengan Usman," kata Wawan kepada detikcom, Senin (11/5/2020).

Wawan mengatakan, berdasarkan keterangan para terduga pelaku beserta ibu dan saudari kandung korban yang juga sempat disandera, maka insiden itu bermula saat korban kerap pingsan di rumah. Ayah korban lantas bertanya soal penyebab korban kerap pingsan. Korban pun menceritakan persoalan hubungan badan antara dia dengan Usman hingga membuat para terduga pelaku murka.

"Jadi yang terungkap itu memang demikian, keluarga itu marah karena korban ini dari gelagatnya, H-1 itu, sering pingsan-pingsan ceritanya, dia didesak-desak keluarga, dia ceritakan berhubungan badan sama si Usman itu, ya keluarga malu, malu besar," terang Wawan.

Sebelum mengeksekusi korban, kata Wawan, para terduga pelaku sempat memanggil pria bernama Usman atau Sumang tersebut untuk meminta klarifikasi terkait pengakuan korban. Namun Usman membantah, tidak mengakui.

"Setelah dipanggil si Usman, Usman juga nolak akhirnya marah, sehingga itu, karena marahnya itu diselesaikan (digorok)," kata Wawan.

Kendati motif telah terungkap, polisi masih akan terus mendalami kasus ini. Penyidik hari ini sedianya akan meminta keterangan atau pandangan psikiater terhadap insiden tersebut.

Sebelumnya diberitakan, aksi penyanderaan ini terjadi di rumah di kawasan Pattaneteang, Kecamatan Tompobulu, Bantaeng, pada Sabtu (9/5). Korban Rosmini ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan.

(eva/eva)