ABG di Manado Dibawa Kabur Pacar 4 Bulan, Dilibatkan Prostitusi Online

Jabbar Ramdhani - detikNews
Senin, 11 Mei 2020 04:16 WIB
Timsus Maleo tangkap pria di Manado yang bawa kabur pacarnya yang masih di bawah umur dan dilibatkan kasus prostitusi online
Timsus Maleo tangkap pria di Manado yang bawa kabur pacarnya yang masih di bawah umur dan dilibatkan kasus prostitusi online (Foto: Timsus Maleo Polda Sulut)
Manado -

Seorang pria bernama Nandi alias NK (22) ditangkap Timsus Maleo Polda Sulawesi Utara (Sulut) karena membawa lari gadis 15 tahun. Nandi juga melibatkan pacarnya tersebut ke prostitusi online.

Nandi membawa kabur pacarnya yang masih pelajar itu selama 4 bulan. Sementara korban lari dari rumah karena merasa ada tekanan saat di rumah.

"Motifnya pacaran, itu (kabur) hanya karena tekanan," kata Watimsus Maleo, AKP Frelly Regapat, Minggu (10/5/2020).

Kasus ini terungkap setelah orang tua korban melapor ke Polresta Manado pada Selasa (5/5) sekitar pukul 23.25 WIB. Korban didapati berada di kamar kos pacarnya di Kelurahan Kairagi 2, Kecamatan Mapanget, Kota Manado.

Korban lalu diserahkan kepada orang tuanya. Sementara Nandi, dalam pemeriksaan lanjutan diketahui melibatkan pacarnya tersebut ke bisnis prostitusi online.

"Dalam bisnisnya, si cowok yang tahu jaringan penggunaannya," ujar Frelly.

Dia mengatakan banyak warga yang resah kasus prostitusi online melapor lewat akun media sosial Tim Maleo. Sebab, kasus prostitusi online ini juga melibatkan anak di bawah umur.

"Biasanya 14 tahun juga ada (yang dilibatkan dalam kasus prostitusi online ini)," ucap dia.

Nandi dijerat pasal berlapis dalam kasus ini. Selain dijerat Pasal 332 KUHP tentang membawa lari anak di bawah umur tanpa persetujuan orang tua, dia juga dijerat UU Perlindungan Anak dan UU ITE.

Dalam kasus prostitusi online di Sulut, Frelly mengatakan banyak muncikari menawarkan anak di bawah umur kepada pria hidung belang. Muncikari memasang tarif hingga jutaan rupiah.

"Karena umur di bawah 16 tahun dan cantik tentunya. Harga sampai Rp 2 juta," katanya.

(jbr/eva)