ABK WNI Diberi Makan Umpan Ikan Bau dan Daging 13 Bulan dari Freezer

Danu Damarjati - detikNews
Minggu, 10 Mei 2020 22:26 WIB
-
Foto ilustrasi suasana di kapal pencari ikan, tidak berhubungan dengan berita. (iStock)
Jakarta -

Kabar perbudakan anak buah kapal (ABK) asal Indonesia di kapal Long Xing 629 mengusik rasa kemanusiaan. Selain jam kerja yang edan-edanan, para ABK juga mendapat perlakuan diskriminatif dalam urusan makanan.

Hal ini disampaikan pengacara 14 ABK WNI yang selamat, yakni Dalimunthe & Tampubolon (DNT) Lawyers, lewat keterangan pers tertulis yang diterima detikcom, Minggu (10/5/2020).

"ABK sering diberi makanan berupa umpan ikan yang berbau sehingga mereka mengalami gatal dan keracunan makanan," kata DNT Lawyers.

Itu hanya salah satu dari 11 bentuk eksploitasi yang dialami para ABK WNI itu. Semua ABK mengalami eksploitasi dan diduga menjadi korban perdagangan orang. Masih soal makanan, para ABK diberi sajian tidak segar termasuk daging ayam yang sudah berusia setahun lebih di lemari pendingin (freezer). Padahal, ABK dari China diberi makanan yang lebih layak.

"ABK Indonesia diberi makanan berupa sayur-sayur dan daging ayam yang sudah berada di freezer sejak 13 bulan, sedangkan ABK Tiongkok selalu memakan dari bahan yang masih segar yang di suplai dari kapal lain dalam satu grup," kata DNT Lawyers.

Koki China membuat dua pembagian masakan, yaitu makanan khusus ABK China yang seluruhnya menggunakan bahan makanan yang lebih segar dan menggunakan air minum botol, dan bagian kedua adalah makanan khusus ABK Indonesia dengan makanan lama yang tidak segar dan berbau. Mereka juga tidak boleh komplain bila makanan tidak sesuai dengan agama mereka. Makanan buruk, minuman juga buruk.

"ABK Indonesia hanya diberikan air sulingan dari air laut yang masih sangat asin, sedangkan ABK Tiongkok meminum air mineral dalam kemasan botol. Beberapa penelitian menunjukkan kebanyakan minum asin dapat menyebabkan hipertensi dan jantung," kata DNT Lawyers.