Kenang Sosok Djoko Santoso, Ketua MPR: Loyal Berkiprah untuk Bangsa

Angga Laraspati - detikNews
Minggu, 10 Mei 2020 18:17 WIB
Bambang Soesatyo (Bamsoet).
Foto: Zacky/detikcom
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Jenderal TNI (purn) Djoko Santoso. Ia melihat sosok Djoko Santoso adalah sosok yang tak hanya sebagai prajurit dengan mengemban amanah sebagai Panglima TNI, almarhum juga mengabdikan hidupnya pada bidang olahraga.

Djoko Santoso yang pernah mengemban amanah menjadi Panglima TNI ke-16 yang menjabat sejak 2007-2010 tersebut juga menjadi Ketua Umum Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) ke-11 pada 2008-2012, maupun di organisasi sosial lainnya.

Bamsoet bercerita dirinya, Djoko dan juga Kepala BIN Budi Gunawan pernah satu angkatan di Lemhannas KSA XIII tahun 2005. Waktu itu, Djoko Santoso sedang menjabat sebagai KSAD sedangkan Budi Gunawan menjabat Karobinkar SSDM Polri.

"Kepergian almarhum di bulan suci Ramadhan ini, semoga turut memudahkan dibukanya pintu surga oleh Allah SWT. Mari doakan almarhum agar diterima segala amal ibadahnya, serta diampuni segala khilafnya," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Minggu (10/5/2020).

Mantan Ketua DPR RI ini menilai, selama berkarir di militer, almarhum sudah menunjukan dedikasi dan loyalitas sebagai prajurit dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI. Pun demikian setelah pensiun dari dinas kemiliteran, bukan berarti pengabdiannya turut pensiun.

"Setelah pensiun, almarhum tetap berkiprah untuk bangsa dan negara melalui jalur politik membesarkan dan berjuang di Partai Gerindra sejak tahun 2015 hingga kini menutup mata," tutur Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menambahkan, sosok almarhum yang menjadi KSAD hingga Panglima TNI di era Presiden SBY, kemudian berlabuh ke Partai Gerindra yang dikomandoi Prabowo Subianto, merupakan bukti kelincahan dan kegesitan almarhum dalam membina hubungan dengan berbagai pihak.

Sebagai Ketua Badan Pemenangan Prabowo-Sandi di Pilpres 2019 lalu, tak sekalipun provokasi apalagi agitasi propaganda terucap oleh almarhum.

"Justru di saat kondisi sosial politik sempat memanas, almarhum turut mendinginkan," pungkas Bamsoet.

Seperti diketahui, Djoko Santoso wafat pada Minggu pagi (10/5) di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Jenazah pun sudah dimakamkan di pemakaman San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat siang tadi.

(akn/ega)