Ma'ruf Amin: Ulama Dunia Telaah Ulang Panduan Ibadah di Tengah Pandemi Corona

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 09 Mei 2020 23:45 WIB
Maruf Amin
Foto: Ma'ruf Amin (dok. Setwapres)
Jakarta -

Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan pandemi global Corona berdampak pada kehidupan keagamaan. Maka itu, dia menyebut ulama di seluruh negara sedang melakukan telaah ulang terkait panduan beribadah di tengah pandemi.

"Para ulama di hampir semua negara, terutama yang berpenduduk muslim, melakukan telaah ulang (I'adatu an-nadhar) terhadap pandangan keagamaannya, karena sudah tidak sesuai dan tidak relevan dengan kondisi pandemi yang ada. Mereka melakukan ijtihad untuk menetapkan fatwa baru yang lebih relevan dengan kondisi pandemi," ujar Ma'ruf dalam sambutan secara virtual di acara Simposium Ekonomi Islam, Sabtu (9/5/2020).

"Fatwa baru tersebut menjadi panduan umat Islam di negara masing-masing bagaimana melaksanakan ibadah di tengah pendemi covid-19, baik untuk tenaga medis, para penderita, ataupun umat Islam pada umumnya, tentang tata cara pemulasaran jenazah (tajhiz al-janaiz) pasien positif covid-19 yang sesuai protocol kesehatan, dan fatwa terkait instrument ekonomi yang dapat digunakan sebagai mitigasi dampak pandemic covid-19," imbuhnya.

Lebih lanjut, Ma'ruf menjelaskan, dalam menjalankan ibadah dalam kondisi yang tidak normal bisa dilakukan dengan menyesuaikan situasi yang ada. Ma'ruf mengatakan, dalam hukum Islam memiliki fleksibilitas dalam pelaksanaannya sehingga bisa menyesuaikan dengan kondisi yang ada.

"Fleksibilitas hukum Islam (murunatu al-fiqh al-Islamy) tersebut menjadi ruh fatwa para ulama di masa pandemic covid-19 ini. Pada dasarnya hal itu sejalan dengan tujuan utama diturunkannya syariah (maqashid as-syariah). Ada tingkatan (maratib) penerapan maqashidu as-syariah sebagai landasan penetapan suatu fatwa. Kondisi pandemi covid-19 yang terjadi saat ini menjadikan hifdzu an-nafsi (menjaga keselamatan jiwa) menjadi pertimbangan paling utama dalam penetapan fatwa, karena tidak ada alternatif penggantinya. Sedangkan hifdzu ad-din (menjaga keberlangsungan agama) menjadi urutan berikutnya, karena ada alternatifnya, yaitu penerapan rukhshah. Dan kemudian baru mempertimbangkan tiga maqashid syariah lainnya, yakni hifdzu al-mal, hifdzu al-'aql, dan hifdzu an-nasl/al-'irdhi," jelas Ma'ruf.

Selanjutnya
Halaman
1 2