Pemilik Kedai Tuak di Sumut yang Ditutup Paksa FPI Tarik Laporan Polisi

Ahmad Arfah Fansuri Lubis - detikNews
Sabtu, 09 Mei 2020 18:50 WIB
Screenshot video viral warung tuak diminta tutup di Deli Serdang
Screenshot video viral warung tuak diminta tutup di Deli Serdang
Deli Serdang -

Pemilik kedai tuak yang ditutup paksa Front Pembela Islam (FPI) di Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), menarik laporan dari kepolisian. Pemilik kedai tuak bernama Lamria Manullang disebut sudah memaafkan pihak FPI.

Kapolresta Deli Serdang Kombes Yemi Mandagi membenarkan pencabutan laporan ini. Yemi mengatakan Lamria tidak bersedia melanjutkan perkaranya ke pengadilan.

"Benar, kami telah menerima surat pencabutan laporan dari Ibu Lamria Manullang. Sesuai surat permohonan tanggal 9 Mei 2020 dengan alasan Ibu Lamria Manullang tidak bersedia melanjutkan perkaranya ke pengadilan," kata Yemi, Sabtu (9/5/2020).

Yemi menjelaskan surat pencabutan laporan ini diantarkan langsung oleh Lamria ke Polresta Deli Serdang. Lamria, kata Yemi, datang didampingi seorang pendeta.

"Pelapor datang didampingi seorang pendeta, Sari Debora Togatorop, dari gereja HKBP Batang Kuis telah datang mencabut laporan," ujarnya.

Yemi meminta pencabutan laporan ini disikapi dengan bijak oleh masyarakat. Dia juga meminta agar masyarakat tidak terpengaruh oleh isu yang tidak benar di media sosial.

Sebelumnya, dilihat detikcom, Rabu (29/4), beredar video viral yang berisi seorang wanita sedang mempertahankan kedai miliknya saat diminta tutup oleh sekelompok orang. Dia mengatakan warung miliknya tetap buka untuk mencari makan sehari-hari.

"Pak, saya makan dari mana. Saya warga sini lo. Saya makan dari mana. Bapak ini bagaimana? Bisa Bapak kasih aku makan? Pak, bisa Bapak kasih aku makan?" kata wanita dalam video itu.

Selanjutnya
Halaman
1 2