Kakorlantas Cek Warga yang Boleh Bepergian di Tengah Larangan Mudik

Audrey Santoso - detikNews
Sabtu, 09 Mei 2020 17:04 WIB
Kakorlantas Irjen Pol Istiono meresmikan layanan Surat Izin Mengemudi (SIM) Internasional online di Jakarta, Jumat (28/2/2020). SIM Internasional ini berlaku selama 3 tahun dan bisa digunakan di 188 negara.
Kakorlantas Polri Irjen Istiono (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Kakorlantas Polri Irjen Istiono mengecek penerapan kebijakan pengecualian bepergian di tengah larangan mudik dan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Istiono hendak melihat bagaimana petugas-petugas di lapangan mempraktikkan tahapan-tahapan kebijakan ini.

Kebijakan pengecualian bepergian ini diatur dalam surat edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Nomor 4 Tahun 2020 tentang kriteria pembatasan perjalanan orang dalam rangka percepatan penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

"Kami ke Terminal Pulogebang melihat pelaksanaan langsung, bagaimana mekanisme pengecualian ini yang diperbolehkan perjalanan," kata Istiono di Terminal Pulogebang, Jakarta Timur, Sabtu (9/5/2020).

Istiono menegaskan prinsipnya warga tetap dilarang mudik. Namun larangan itu bersifat dinamis, yakni ada pengecualian bagi orang-orang sesuai yang tertuang dalam surat edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.

"Judulnya tetap dilarang mudik. Karena itu, kepolisian melaksanakan Operasi Ketupat, operasi kemanusiaan yang mengedepankan tindakan persuasif dan humanis. Oleh karena itu, dengan kebijakan baru ini, memang pelaksanaan operasi ini dinamis sesuai perkembangan COVID-19," ujar Istiono.