BKKBN Antisipasi 'Baby Boom' Pascapandemi, Apa Maksudnya?

Puti Yasmin - detikNews
Jumat, 08 Mei 2020 12:45 WIB
Ilustrasi logo BKKBN
BKKBN Antisipasi Baby Boom Pasca Pandemi/Foto: BKKBN
Jakarta -

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengantisipasi terjadinya baby boom pascapandemi COVID-19 atau virus Corona. Hal itu diungkapkan dalam webinar 'Antisipasi Baby Boom Pasca Pandemi'.

Kepala BKKBN dr Hasto Wardoyo SpOG mengatakan pada dasarnya adanya penurunan peserta KB pada Maret 2020 dibanding bulan sebelumnya. Selain itu, aktivitas kelompok kegiatan pelayanan KB juga ikut turun.

Hasto berharap bidan dan dokter dapat memberikan kritik dan masukan atas kebijakan yang dikeluarkan BKKBN dalam mencegah baby boom. Hal itu dilakukan guna mencegah permasalahan terkait kependudukan di masa mendatang.

Lantas, apa yang maksudnya baby boom?

Baby boom adalah ledakan angka kelahiran bayi. Istilah itu biasanya menjelaskan tentang peningkatan kelahiran bayi dalam satu waktu dekat.

Adapun ledakan angka kelahiran bayi yang terjadi bisa menimbulkan beberapa permasalahan terkait kependudukan, kualitas SDM, hingga ekonomi.

Kekhawatiran terhadap fenomena tersebut terjadi karena aktivitas dari keikutsertaan KB oleh masyarakat berkurang di setiap lokasinya. Terlebih beberapa pelayanan juga berkurang karena adanya virus Corona.

BKKBN dalam rilisnya pun menjelaskan beberapa kebijakan yang diambil, yakni (1) koordinasi antar-BKKBN (pusat & provinsi) maupun DPPAPP DKI Jakarta dengan OPD Bidang Dalduk dan KB kabupaten/kota dalam melakukan pembinaan ikut KB dan pencegahan putus pakai melalui berbagai media terutama media daring, (2) bekerja sama dengan Kader Institusi Masyarakat Pedesaan melakukan analisis dari (R/1/PUS) untuk mengetahui jumlah dan persebaran PUS yang memerlukan pelayanan suntik KB, pil KB, IUD dan implan, serta (3) mendistribusikan kontrasepsi ulangan pil dan kondom di bawah supervisi puskesmas/dokter/bidan setempat.

Selain itu, (4) koordinasi dengan faskes terdekat serta PMB untuk pelaksanaan kegiatan pelayanan KB, serta pembinaan ikut KB dengan KIE dan konseling menggunakan media daring dan medsos atau kunjungan langsung dengan memperhatikan jarak ideal, dan (5) Mengajak bidan berperan sebagai pengawas dan pembina dalam hal distribusi alokon yang dilakukan oleh PKB/PLKB.

Semoga penjelasan baby boom di atas bisa menambah wawasan kita ya!

(pay/erd)