KPK Evaluasi Cara Penetapan Tersangka: Potensi Kabur Bila Diumumkan Dulu

Ibnu Hariyanto - detikNews
Jumat, 08 Mei 2020 12:31 WIB
Nawawi Pomolango
Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Beberapa waktu lalu ada yang tidak biasa dalam cara kerja KPK kini dengan sebelumnya. Perbedaan itu perihal dengan transparansi penetapan tersangka.

Seperti disampaikan Ketua KPK Firli Bahuri mengenai penangkapan 2 orang dalam pengembangan kasus suap di Kabupaten Muara Enim. Saat itu KPK menangkap 2 orang yang ternyata sudah berstatus tersangka tanpa ada pengumuman penetapannya lebih dulu.

"Penangkapan yang dilakukan tanpa pengumuman status tersangka adalah ciri khas dari kerja-kerja senyap KPK saat ini," ujar Firli pada Senin, 27 April 2020.

Pernyataan itu sempat dikritik Indonesia Corruption Watch (ICW). ICW menyebut Firli harus membaca ulang Undang-Undang KPK yang memuat asas keterbukaan.

Sejurus dengan hal itu KPK memberikan penjelasan. Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango mengatakan memang saat ini lembaga antikorupsi itu tengah mengevaluasi proses penetapan tersangka. Apa yang salah?

"Ini yang sedang kami evaluasi praktik yang membuat para tersangka 'potensi' melarikan diri," ujar Nawawi pada wartawan, Jumat (8/5/2020).

Selanjutnya
Halaman
1 2