SPPI Ragu Pelarungan ABK WNI oleh Kapal China Didahului Izin Keluarga

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Kamis, 07 Mei 2020 23:33 WIB
3 Jenazah ABK WNI yang Dilarung ke Laut Disebut Idap Penyakit Menular
Pelarungan jenazah ABK WNI dari kapal berbendera China. (Tangkapan layar MBC News)
Jakarta -

Serikat Pekerja Perikanan Indonesia (SPPI) meragukan adanya izin keluarga anak buah kapal (ABK) di Indonesia terkait pelarungan jenazah seorang ABK WNI di kapal berbendera China. ABK itu bernama Ari, jenazahnya dilarung pada 31 Maret.

"Jadi kami memahami benar ada payung hukum dalam pelarungan, tapi norma dan syarat-syaratnya tetap (harus) dipenuhi," kata Ketua Umum SPPI, Ilyas Pangestu melalui siaran langsung dari kanal YouTube Greenpeace, Kamis (7/5/2020).

Ilyas meyakini hukum internasional mengenai pelarungan memang dibenarkan. Namun, menurutnya, pelarungan tentu disertai syarat yang harus dipenuhi.

"Kami sangat memahami hukum internasional, kan sekarang ada yang informasi ke saya, kita tahu hukum internasional bahwa di situ ada diatur bahwa pelarungan itu dibenarkan, akan tetapi ingat pelarungan itu dibenarkan tapi ada syarat-syaratnya yang harus dipenuhi, ada kejanggalan memang," ujarnya.

Dihubungi lebih lanjut, Ilyas dan SPPI mengaku sudah menghubungi keluarga dari almarhum Ari. Pihak keluarga almarhum dinyatakannya belum dimintai izin sebelum jenazah Ari dilarung.

"Tim SPPI yang sedang kontak keluarganya, dan saya juga sudah konfirmasi ke perusahaan pengirim (tenaga kerja -red), mengiyakan. Lebih tepatnya, izin belum didapat saat dilakukan pelarungan," ujar Ilyas.

Selanjutnya
Halaman
1 2