Perbudakan ABK WNI Tercatat Sejak 2013, RI Perlu Ratifikasi Konvensi ILO

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Kamis, 07 Mei 2020 20:11 WIB
Kapal Maling Ikan Asal China Fu Yuan Yu 831 (Antara Foto)
Foto ilustrasi, tak berkaitan dengan berita: Kapal Maling Ikan Asal China Fu Yuan Yu 831 (Antara Foto)

Ada tiga ABK WNI yang meninggal dunia dan jenazahnya dilarung ke laut. Mereka yang meninggal dunia, disebutkan MBC News, bernama Ari (24), Alfata (19), dan Sepri (24). ABK awalnya mengeluh kepada rekannya bahwa dia merasakan mati rasa dan bengkak pada kakinya, sulit bernapas, dan akhirnya meninggal dunia.

Para ABK memberi kesaksian, kondisi di kapal itu buruk dan eksploitasi tenaga kerja terus terjadi. Para ABK disuruh bekerja 18 jam sehari. Pelaut Indonesia mengaku terkadang harus berdiri bekerja selama 30 jam, dan baru duduk setiap 6 jam.

Mayoritas pelaut China minum air kemasan, namun pelaut Indonesia minum dari air laut yang sudah disaring dengan baik. Air laut hasil penyaringan itu dirasakan salah satu ABK yang diwawancarai MBC News membuat pusing kepala serta menimbulkan dahak.

Halaman

(dnu/dnu)