ADVERTISEMENT

Payung Hukum PSBB Belum Jelas, Satpol PP Makassar Bingung Tegakkan Aturan

Hermawan Mappiwali - detikNews
Kamis, 07 Mei 2020 14:18 WIB
Puluhan Toko di Makassar Disemprot Air karena Nekat Buka Saat PSBB (Foto: Dok. Satpol PP)
Kasatpol PP Makassar Iman Hud saat memimpin penegakkan aturan PSBB di Makassar. (Foto: dok. Satpol PP Makassar).
Makassar -

Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), akan memperpanjang masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) selama 14 hari mulai Jumat (8/5) besok. Namun Satpol PP masih bingung menegakkan aturan PSBB karena payung hukumnya belum jelas.

"Kami dari Satpol PP menunggu payung hukumnya kan, untuk melaksanakan PSBB tahap kedua sehingga penafsirannya sama, sistemnya sama. Supaya tidak terjadi disinterpretasi, sistem berjalan dengan bagus, baik eksternal maupun internal Tim Gugus Tugas COVID-19," ujar Kepala Satpol PP Makassar Iman Hud kepada detikcom, Kamis (7/5/2020).

Di antara payung hukum yang membuat Satpol PP bingung ialah aturan yang melarang toko nonsembako buka selama PSBB. Peraturan Wali Kota Makassar Nomor 22 Tahun 2020 tentang PSBB secara jelas melarang toko nonsembako buka selama PSBB. Namun, saat Satpol PP melakukan penertiban, ada toko nonsembako yang menunjukkan surat dispensasi untuk buka selama PSBB.

"Ketika kami mau menerapkan itu (toko nonsembako tidak boleh buka saat PSBB), ternyata ada juga surat-surat lain yang buat kami kebingungan. Seperti kemarin kan, pada saat penerapan tentang semua toko nonsembako tidak boleh buka, ternyata ada juga yang diberi dispensasi meskipun sudah dicabut," katanya.

Simak video Toko Alat Tulis Terima Pembeli saat PSBB, Kasatpol PP Makassar Murka:



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT