Walkot Bekasi: Bodebek Siapkan Surat ke Menhub Minta KRL Ditutup 24 Jam

Isal Mawardi - detikNews
Kamis, 07 Mei 2020 01:32 WIB
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi
Rahmat Effendi (Foto: Isal Mawardi/detikcom)
Bekasi -

Tiga penumpang KRL yang telah melalui uji swab acak di Stasiun Bekasi, positif Corona (COVID-19). Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, menyebut kepala daerah Bogor-Depok-Bekasi (Bodebek) telah menyiapkan surat untuk Menteri Perhubungan terkait operasional KRL.

"Wali kota dan bupati Bodebek melalui pak Bima Arya (Wali Kota Bogor) sedang membuat surat ke Menteri Perhubungan untuk meminta memperkecil sekecil-kecilnya pergerakan kereta api atau menutup sama sekali 24 jam," ujar Rahmat Effendi kepada wartawan, Rabu (6/5/2020).

Rahmat menyebut Bima Arya sedang menyiapkan konsepnya. Rahmat mendukung penuh perumusan surat tersebut untuk disampaikan secepatnya ke Menteri Perhubungan.

"Saya pikir apa salahnya (buat surat ke Menhub) karena memang melalui commuter pun kita ketemukan ada 3 yang ternyata positif COVID-19," tutur Rahmat.

Menurutnya, operasional kereta api menjadi momok bagi warganya. Ia mewanti-wanti warganya untuk selalu mematuhi peraturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

"Kegiatan interaksi di kereta juga jadi momok bagi kita sekalian. Oleh karena itu, saya berpesan melalui teman-teman pers sekalian untuk warga kota Bekasi bahwa sebenarnya kita belum lepas, kita sebenarnya belum landai," kata pria yang akrab disapa Bang Pepen itu.

Sebelumnya, Pemkot Bekasi melakukan uji tes swab pada penumpang KRL di Stasiun Bekasi. Hasilnya, 3 penumpang KRL positif terinfeksi virus Corona (COVID-19).

Ketiga penumpang itu berdomisili di Bekasi. Rahmat Effendi menyebut ketiganya kini telah diisolasi di rumah sakit rujukan di Kota Bekasi.

Sementara, Bima Arya mengatakan evaluasi operasional KRL harus dilakukan agar penerapan PSBB tidak sia-sia. Mengingat, ada tiga penumpang KRL positif Corona.

Rekomendasi ini, dinyatakan Bima karena ada fakta bahwa tiga penumpang KRL dinyatakan positif Corona usai mengikuti swab massal di Stasiun Bogor beberapa waktu lalu.

"Jadi opsi pertama paling ideal adalah stop (operasional KRL) total. kedua, memperketat di sini (stasiun). ketiga mungkin dievaluasi layanan gerbong dan jadwalnya semaksimal mungkin," kata Bima Arya, Senin (5/4/2020).

(isa/idn)