Ibu di Jambi Positif Corona Diduga Tertular Anaknya Usai Pulang dari Sumbar

Ferdi Almunanda - detikNews
Rabu, 06 Mei 2020 23:14 WIB
Pemerintah Kota Bekasi menggelar tes massal corona terhadap penumpang KRL di Stasiun Bekasi. Tes kali ini menggunakan alat yang lebih akurat berupa polymerase chain reaction (PCR). Agung Pambudhy/Detikcom. 

1. Penumpang Commuter line mengikuti test massal COVID 19 dengan metode polymerase chain reaction (PCR) di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Selasa (5/5/2020).
2. Sebanyak 300 penumpang kereta dipilih secara random mengikuti tes ini. 
3. Metode tes PCR adalah mengetes spesimen yang diambil dari dahak di dalam tenggorokan dan hidung lalu diswab. 
4. Tes ini dianggap paling akurat dibandingkan rapid test yang hanya untuk mendeteksi reaksi imun dalam tubuh.
5. Data terkini kasus positif Covid-19 di Kota Bekasi telah mencapai 249 orang. Pasien sembuh corona 126, dalam perawatan 95, sedangkan meninggal 28 orang.
6. Test ini dibantu petugas dari RSUD Kota Bekasi dan Dinkes Kota Bekasi.
7. Sebelum masuk ke stasiun, penumpang lebih dulu menjalai tes PCR secara acak. Setelah itu, sampel lemdir dari hidung akan diuji di Labiratorium Kesehatan Kota Bekasi.
8. Hasil pemeriksaan ini diharapkan memberi gambaran kondisi penumpang ‎KRL apakah ada yang terpapar COVID-19 atau tidak.
9. Sebelumnya di KRL ada tiga orang yang dinyatakan positif virus COVID-19 berdasarkan hasil test swab PCR yang dilakukan pada 325 calon‎ penumpang dan petugas KAI di Stasiun Bogor. 
10. Sejumlah kepala daerah meminta pemerintah pusat untuk menstop operasional KRL guna menghambat penyebaran virus COVID-19
11. Hingga 4 Mei 2020 di Indonesia terdapat 11.587 kasus COVID-19 dengan kasus kematian 864 meninggal dan 1.954 sembuh.
12. Sampai kemarin pemerintah telah menguji 112.965 spesimen dari 83.012 orang di 46 laboratorium.
Ilustrasi (Agung Pambudhy/detikcom)
Sarolangun -

Ibu dan anak warga Kabupaten Sarolangun, Jambi, dirawat di rumah sakit karena terinfeksi virus Corona (COVID-19). Keduanya dinyatakan positif Corona dari hasil uji swab.

"Dua warga Sarolangun yang dinyatakan positif Corona ini adalah ibu dan anak. Namun yang pertama kali dinyatakan positif itu adalah si ibu, baru kemudian si anaknya," kata juru bicara Penanganan COVID-19 Sarolangun, Jambi, dr Bambang, kepada detikcom, Rabu (6/5/2020).

Menurut Bambang, ibu dan anak itu mengalami gejala berupa batuk dan panas tinggi. Mereka sempat berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) sebelum akhirnya dinyatakan pulih.

"Pasien ini juga sempat kami lakukan rapid test dan hasilnya negatif. Rapid test itu kami lakukan sebanyak dua kali. Tetap hasilnya negatif, lalu kemudian kita persilakan mereka pulang dengan catatan tetap di rumah. Tak berselang lama kemudian, kami lakukan rapid test lagi, ternyata si ibu itu sempat reaktif dan si anak nonreaktif," ujarnya.

Keduanya kemudian mengikuti tes swab. Hasilnya, ibu dan anak itu dinyatakan positif Corona.

"Dari dugaan kami, si ibu inilah yang awalnya tertular dari si anaknya, lantaran si anak ini baru pulang dari daerah Sumatera Barat karena merupakan seorang mahasiswi di sana. Namun itu baru dugaan. Yang jelas, saat ini keduanya sudah kami isolasi untuk dilakukan pemulihan," terang Bambang.

Dengan adanya kejadian itu, pasien positif Corona di Jambi kini berjumlah 48 orang dan 1 orang dinyatakan sembuh.

(isa/isa)