Kasus Positif Corona di Aceh Jadi 17 Orang, 7 Santri Ponpes Temboro

Agus Setyadi - detikNews
Rabu, 06 Mei 2020 22:46 WIB
Pemerintah Kota Bekasi menggelar tes massal corona terhadap penumpang KRL di Stasiun Bekasi. Tes kali ini menggunakan alat yang lebih akurat berupa polymerase chain reaction (PCR). Agung Pambudhy/Detikcom. 

1. Penumpang Commuter line mengikuti test massal COVID 19 dengan metode polymerase chain reaction (PCR) di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Selasa (5/5/2020).
2. Sebanyak 300 penumpang kereta dipilih secara random mengikuti tes ini. 
3. Metode tes PCR adalah mengetes spesimen yang diambil dari dahak di dalam tenggorokan dan hidung lalu diswab. 
4. Tes ini dianggap paling akurat dibandingkan rapid test yang hanya untuk mendeteksi reaksi imun dalam tubuh.
5. Data terkini kasus positif Covid-19 di Kota Bekasi telah mencapai 249 orang. Pasien sembuh corona 126, dalam perawatan 95, sedangkan meninggal 28 orang.
6. Test ini dibantu petugas dari RSUD Kota Bekasi dan Dinkes Kota Bekasi.
7. Sebelum masuk ke stasiun, penumpang lebih dulu menjalai tes PCR secara acak. Setelah itu, sampel lemdir dari hidung akan diuji di Labiratorium Kesehatan Kota Bekasi.
8. Hasil pemeriksaan ini diharapkan memberi gambaran kondisi penumpang ‎KRL apakah ada yang terpapar COVID-19 atau tidak.
9. Sebelumnya di KRL ada tiga orang yang dinyatakan positif virus COVID-19 berdasarkan hasil test swab PCR yang dilakukan pada 325 calon‎ penumpang dan petugas KAI di Stasiun Bogor. 
10. Sejumlah kepala daerah meminta pemerintah pusat untuk menstop operasional KRL guna menghambat penyebaran virus COVID-19
11. Hingga 4 Mei 2020 di Indonesia terdapat 11.587 kasus COVID-19 dengan kasus kematian 864 meninggal dan 1.954 sembuh.
12. Sampai kemarin pemerintah telah menguji 112.965 spesimen dari 83.012 orang di 46 laboratorium.
ilustrasi (Agung Pambudhy/detikcom)
Aceh -

Jumlah kasus positif Corona (COVID-19) di Aceh bertambah menjadi 17 orang. Tujuh di antaranya santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Fatah Temboro, Magetan, Jawa Timur, asal Tanah Rencong.

"Hari ini bertambah dua pasien positif Corona asal Kabupaten Simeulue. Total 17 orang positif di Aceh," kata juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Aceh Saifullah Abdulgani, Rabu (6/5/2020).

Dua warga yang dinyatakan positif tersebut adalah AS (20) dan SB (42). Keduanya punya riwayat pulang dari Pulau Jawa. Saifullah menjelaskan AS merupakan santri Ponpes Al-Fatah yang pulang ke Simeulue pada 25 April lalu.

AS saat itu pulang bersama lima temannya dengan pesawat dan menyeberang ke Simeulue dengan kapal laut. Setiba di kampung halamannya, AS menjalani rapid test dan hasilnya positif Corona.

Dia kemudian dikarantina di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Simeulue untuk diambil swab pada Minggu, 3 Mei. Hasilnya keluar pada Selasa (5/5) yaitu positif Corona.

"Kini AS dalam perawatan di RSUD Simeulue. Kondisi klinisnya relatif baik, dan insyaallah ia juga segera sembuh kembali," jelas Saifullah.

Sementara itu, satu pasien lagi, yaitu SB, punya riwayat pulang dari Jawa Barat. Dia tiba di Simeulue pada 17 April dan langsung menjalani isolasi mandiri. Pada Kamis, 30 April lalu, SB diperiksa dengan rapid test dan hasilnya positif Corona.

Tim medis rumah sakit kemudian mengambil swab pada 3 Mei, lalu dikirim ke Balitbangkes Aceh di Aceh Besar. Hasilnya juga keluar pada Selasa (5/5), yaitu positif Corona.

"Istri berserta empat anaknya juga sudah menjalani rapid test tapi tidak reaktif," ujar Saifullah.

Hingga hari ini, kasus positif Corona di Aceh berjumlah 17 orang. Sepuluh di antaranya dinyatakan sembuh dan satu orang meninggal dunia.

(agse/isa)