BPJAMSOSTEK Raih Penghargaan Bronze Medal di Ajang ASRA

Abu Ubaidillah - detikNews
Selasa, 05 Mei 2020 19:28 WIB
Direktur Keuangan BPJAMSOSTEK Evi Afiatin
Direktur Keuangan BPJAMSOSTEK Evi Afiatin Foto: Dok. BPJAMSOSTEK
Jakarta -

BPJAMSOSTEK berhasil meraih bronze medal dalam kategori Laporan Terbaik Sektor Publik pada kegiatan Asia Sustainability Reporting Awards (ASRA). Ini merupakan ajang penghargaan bergengsi untuk pembuatan laporan berkelanjutan bagi lembaga dan perusahaan.

"Meskipun belum diwajibkan oleh regulator, dalam dua tahun terakhir ini kami membentuk tim yang berdedikasi untuk mempersiapkan laporan terintegrasi berkelanjutan dan mengikuti ajang penghargaan ASRA sebagai bagian dari proses feed back bagi kami," ungkap Direktur Keuangan BPJAMSOSTEK Evi Afiatin dalam keterangan tertulis, Selasa (5/5/2020).

Evi menambahkan, tahun lalu BPJAMSOSTEK hanya masuk sebagai finalis pada ajang ASRA dan tahun ini ia bersyukur atas pencapaian bronze medal untuk kategori Best Sustainability Report for Public Sector. Pencapaian ini merupakan buah kerja keras tim lintas direktorat.

Para pemenang merupakan hasil seleksi ketat sebanyak 461 laporan dari 16 negara se-Asia. Dari seluruh laporan yang masuk kemudian diseleksi lebih lanjut menjadi 8 besar dari 13 negara untuk memperebutkan total 19 kategori penghargaan.

Hadir pula Duta Besar Swedia untuk Singapura H.E. Niclas Kvarnström sebagai tamu kehormatan pada kegiatan yang seluruh rangkaiannya dilaksanakan secara virtual akibat adanya pandemi COVID-19. Kegiatan ini juga dihadiri lebih dari 200 pemimpin perusahaan atau lembaga, pakar, dan praktisi di bidang Sustainability Report, akademisi, kedutaan besar, dan asosiasi pengusaha.

"Saat ini kami menaruh perhatian penuh terhadap pentingnya transparansi laporan sebuah lembaga karena sangat berpengaruh terhadap penyelesaian masalah-masalah global. Sebuah lembaga yang mampu bertanggung jawab terhadap penyelesaian permasalahan tersebut tentu akan menjadi contoh yang dianut oleh sekitarnya," ujar Kvarnström.

Para investor juga harus mulai menaruh perhatian terhadap tingkat kinerja keberlanjutan sebuah perusahaan. Maka dari itu, Sustainability Reporting ini menjadi sarana yang penting dalam menyampaikan bagaimana sebuah lembaga mengatasi masalah ekonomi, lingkungan, bahkan sosial.

"Kami mengadopsi framework Integrated Report yang dikeluarkan IIRC dan framework yang dikeluarkan GRI (Global Reporting Initiatives). Bagi kami pembuatan laporan ini merupakan sebuah perjalanan dari ketidaksempurnaan yang berproses untuk terus mengalami perbaikan. Diawali dengan connecting the dots dari yang sudah ada, kami harapkan untuk laporan tahun 2020, merupakan satu kesatuan antara strategi institusi, rencana kerja dan kinerja keberlanjutan," lanjut Evi.

Evi menambahkan, BPJAMSOSTEK berkomitmen mendukung pemerintah mencapai target pembangunan berkelanjutan (SDGs) melalui program kerja yang terintegrasi sebagai bagian dari program kerja operasional institusi antara lain berkontribusi pada pengurangan kemiskinan.

"Yaitu melindungi kurang lebih 41 juta pekerja dari risiko finansial melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan dan program return to work untuk membantu pekerja yang mengalami kecacatan karena kecelakaan kerja dapat kembali bekerja dan sejak kami luncurkan tahun 2016 telah diikuti oleh 880 peserta dimana 743 peserta telah berhasil kami bantu untuk kembali bekerja," papar Evi.

Lebih lanjut Evi mengatakan pihaknya juga mendukung kesehatan masyarakat yang berkualitas melalui program promotive dan preventive dengan anggaran yang terus ditingkatkan di mana pada tahun 2020 ada alokasi Rp 20 miliar.

"Serta mendukung pendidikan yang berkualitas (quality education) lewat program training vokasi untuk para karyawan ter-PHK dengan anggaran tahun 2020 sekitar Rp 260 miliar," jelasnya.

Direktur Pengelola CSRWorks International dan penggagas ASRA Rajesh Chhabara menyebut wabah COVID-19 yang tak terduga telah mengingatkan bahwa bisnis, pemerintah, dan masyarakat perlu bekerja sama menciptakan kondisi positif dan saling menguatkan. Perlu juga kesadaran lingkungan, sosial, dan pemerintahan untuk menciptakan keberlanjutan bagi tiap lembaga.

ASRA juga terus mengembangkan kualitas dan ciri khasnya dalam menggalakkan persaingan yang sehat antar kompetitor dalam meraih penghargaan ini. ASRA menggunakan sistem penjurian independen untuk menentukan para peraih gold, silver, dan bronze medal untuk laporan yang telah masuk.

Selain itu, para juri juga menggunakan sistem evaluasi yang ketat selama proses penilaian dengan membagi menjadi tiga putaran untuk menentukan siapa yang terbaik pada masing-masing kategori. Para juri secara komprehensif juga melihat bagaimana reputasi lembaga di antara para pemangku kepentingannya untuk menilai kualitas laporan.

(akn/ega)