Muncul Opsi Cuti Lebaran Diganti di Idul Adha, FKM UI: Harus Hati-hati

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Selasa, 05 Mei 2020 06:41 WIB
kalender
Ilustrasi kalender (Foto: thinkstock)
Jakarta -

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Doni Monardo mengungkapkan ada opsi tanggal libur cuti Lebaran tahun ini digeser beriringan dengan Idul Adha. Epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) menilai pemerintah harus berhati-hati mengkaji gesernya cuti Lebaran bersamaan dengan Idul Adha.

"Iya harus hati-hati (mengkaji), kita masih terlalu dini kalau kita bilang nanti bulan Juli (misal) boleh pulang kampung, gitu," kata epidemiolog FKM UI, Iwan Ariawan saat dihubungi, Senin (4/5/2020).

Iwan menilai kajian bergesernya tanggal cuti Lebaran harus melihat perkembangan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di daerah. Dia mencontohkan laporan kasus Corona dan PSBB di Jakarta yang dinilai sudah berjalan cukup signifikan.

"Kan sudah lumayan jalan, kalau kita lihat, di Jakarta kan karena PSBB nya duluan, itu laporan kasus nya mulai turun ya, meskipun belum berakhir ya," ujar Iwan.

"Nah artinya kan Jakarta kalau dilihat dari data yang kita peroleh dari Google, dari pengguna Android, itu kan sudah sekitar 60% yang tinggal di rumah, jadi kelihatannya, kalau kita belajar dari Jakarta kan musti sekitar 60% yang tinggal di rumah baru kelihatan akan turun tuh kasusnya," sambungnya.

Dari berjalannya PSBB pun Iwan menilai juga perlu diperhatikan. Iwan mengatakan PSBB yang sudah berjalan khususnya di Jakarta cukup ketat.

"Cuma musti hati-hati, turunnya karena PSBB, ini kan bukan business as usual dia turun sendiri nih, karena kita lakukan PSBB, lumayan ketat, dia turun kan," ucap Iwan.

Ada Opsi Cuti Lebaran Diganti Akhir Juli atau Desember: