Pemerintah: BPPT Akan Produksi Rapid Test Antibodi 50.000 Per Bulan

Zunita Putri - detikNews
Senin, 04 Mei 2020 13:07 WIB
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Doni Monardo di UGM, Kamis (2/5/2019).
Foto Doni Monardo: Dok Humas UGM
Jakarta -

Pemerintah Indonesia melalui Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sedang memproduksi alat rapid test lokal. Pemerintah melaporkan saat ini produksi rapid test sudah berjalan.

"Tentang kemampuan BPPT untuk memproduksi rapid test, tadi pagi saya sudah berbicara ke Pak Hammam Riza (Kepala BPPT), beliau masih menunggu 2 komponen lagi, dari 10 komponen yang sebagian impor, jadi sudah ada 8 komponen kemudian tinggal 2 komponen" ujar Ketua Gugus Tugas, Doni Monardo saat konferensi pers, Senin (4/5/2020).

Doni mengatakan saat ini BPPT sedang menunggu 2 komponen alat rapid test untuk merampungkan produksinya. Jika sudah lengkap 10 komponen, diperkirakan BPPT akan memproduksi rapid test antibodi 50.000 per bulan.

"Kalau 2 komponen tiba minggu-minggu ini, maka minggu depan BPPT bisa memproduksi rapid test antibodi sebanyak 50 ribu per bulan," katanya.

Sebelumnya, BPPT dikabarkan akan segera meluncurkan ventilator buatan lokal. Ventilator itu pun telah dilakukan uji klinis.

jika memenuhi standar, surat izin dari Kementerian Kesehatan akan diterbitkan. Setelah itu, ventilator akan segera diproduksi.

"Kemudian kami laporkan juga sesuai dengan laporan Bapak Menristek dan juga Badan Riset dan Inovasi Nasional. Tentang ventilator. Sudah ada uji klinis yang dihasilkan BPPT, perguruan tinggi dan swasta," kata Doni Monardo, dalam konferensi pers usai rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo, Senin (27/4).

Mengenal Kit Reagen Tes Corona yang Stoknya Sering Habis di Lab:

(zap/fjp)