Respons Bima Arya Saat Namanya Disebut Seniornya yang Marahi Petugas PSBB

Tim detikcom - detikNews
Senin, 04 Mei 2020 06:22 WIB
Dr. Bima Arya Sugiarto, lahir di Bogor, Jawa Barat, 17 Desember 1972, umur 43 tahun adalah seorang politisi Indonesia. Bima adalah wali kota Bogor periode 2014-2019. Bima lahir di Bogor pada 17 Desember 1972. Bima merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Dia merupakan putra dari Toni Sugiarto, seorang pewira polisi. Bima menamatkan pendidikan SD di SDN Polisi IV, SMP di SMPN 1 Bogor, SMA di SMAN 1 Bogor. Selanjutnya Bima lulus kuliah di Universitas Parahyangan dengan gelar sarjana hubungan internasional. Bima lalu melanjutkan studinya di Monash University di Melbourne, Australia; dan Australian National University di Canberra, Australia.
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto. (Foto: Muhammad Ridho)


Selain Bima, Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menanggapi sikap pria yang mengamuk usai ditegur petugas saat razia PSBB di Kota Bogor.

Dedie meminta warga untuk memahami dan saling menghormati petugas di lapangan yang sedang berupaya maksimal untuk meminimalisir penyebaran virus Corona.

"Seharusnya setiap warga memahami bahwa petugas di lapangan dalam rangka menegakkan aturan. Ditaati saja, karena tujuan pembatasan adalah meminimalisir pergerakan warga dengan cara pengaturan konfigurasi di kendaraan maupun arah tujuan bepergian. Yang ujung-ujujgjyanya meminta masyarakat untuk semaksimal mungkin beraktivitas di rumah," kata Dedie, Minggu (3/4/2020).

Dedie berharap, sosialisasi penerapan PSBB dapat menjangkau semua lapisan masyarakat dari manapun asalnya. Hal ini, kata Dedie, agar warga dari manapun asalnya yang melintas di Kota Bogor dapat mengikuti aturan PSBB.



Ia menyebut aturan yang diterapkan di Kota Bogor aturan yang mengada-ada melainkan aturan turunan dari Peraturan Menteri Kesehatan dalam rangka memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

"Bahasa gampangnya, supaya warga memahami situasi yg tidak normal dan perlu model pembatasan. Padahal ngga usah ngotot, tinggal pindah saja. Namanya saling menghormati," imbuh Dedie terkait pria ngamuk di Bogor saat razia PSBB.

Menurut Dedie, Pemkot Bogor saat ini terus memaksimalkan upaya penerapan PSBB termasuk menutup bidang-bidang usaha atau perkantoran yang tidak dikecualikan dalam PSBB.

"Saya pikir, kesadaran kolektif bahwa COVID-19 itu harus diputus mata rantai penyebarannya lebih penting, karena saat ini Pemkot Bogor sudah memaksimalkan penutupan bidang-bidang yg tidak dikecualikan dalam PSBB. Sehingga tujuan warga ke area-area tersebut dapat terus dibatasi," terangnya.

Halaman

(aan/dkp)