Respons Ruangguru atas Protes Pengajar yang Videonya Dipakai di Kartu Pra Kerja

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Minggu, 03 Mei 2020 15:29 WIB
Ilustrasi Kartu Pra Kerja
Ilustrasi Kartu Pra Kerja (Luthfy Syahban/detikcom)
Jakarta -

Salah satu pengajar di Ruangguru, Prita Kusumaputri, meminta tim Skill Academy (SA) Ruangguru agar menarik kelas pelatihannya yang masuk ke program Kartu Pra Kerja. Pihak Ruangguru mengatakan kelas itu sudah ditarik dari program Kartu Pra Kerja per 2 Mei 2020.

"Kami memutuskan bahwa kelas tersebut tidak akan ditawarkan untuk peserta Kartu Pra Kerja mulai dari tanggal 2 Mei 2020," kata Public Relation Lead Ruangguru Sekar Krisnauli saat dikonfirmasi detikcom, Mingu (3/5/2020).

Sekar menjelaskan, kerja sama yang dilakukan Prita Kusumaputri telah berlangsung sejak 2019. Dalam kerja sama tersebut telah disepakati, terkait hak cipta dan penggunaan konten akan dipegang oleh pihak Skill Academy.

"Terkait mekanisme kerja sama dengan pengajar, itu bervariasi bentuknya. Dalam konteks kerjasama dengan Saudari Prita, kerja sama sudah dilakukan sejak 2019, di mana hak cipta dan penggunaan berada di pihak Skill Academy sepenuhnya. Hal tersebut sudah disepakati sejak awal kerjasama oleh kedua belah pihak dengan kontrak tertulis," ucap Sekar.

Lebih lanjut Sekar menambahkan pihak Ruangguru memahami situasi Prita yang meminta video pelatihannya ditarik. Pihak Ruangguru pun kemudian menarik kelas itu dari program Kartu Pra Kerja.

"Namun kami juga berusaha memahami atensi publik yang mungkin dilalui oleh Saudari Prita, dan permintaannya untuk menarik kelas tersebut," ujar Sekar.

Sebelumnya diberitakan, kelas jurnalistik di paket program Kartu Pra Kerja yang bermitra dengan Ruangguru menuai protes dari salah satu pengajarnya, Prita Kusumaputri. Prita protes karena kelas jurnalistik itu awalnya bertujuan untuk berbagi ilmu.

"Ini jelas berbeda dengan tujuan awal pembuatan kelas itu yang tujuannya untuk berbagi ilmu jurnalistik," ujar Prita saat dihubungi, Sabtu (2/5/2020).

Prita mengaku keberatan kelasnya masuk ke dalam paket program Kartu Pra Kerja, apalagi menurutnya, tidak ada pemberitahuan dari pihak Skill Academy (SA) Ruangguru. Prita akhirnya protes ke pihak SA Ruangguru dan meminta agar kelas jurnalistik di program Kartu Pra Kerja itu dihapus.

Berikut ini merupakan penjelasan lengkap dari Ruangguru:

Terkait mekanisme kerjasama dengan pengajar, itu bervariasi bentuknya. Dalam konteks kerjasama dengan Saudari Prita, kerjasama sudah dilakukan sejak 2019, di mana hak cipta dan penggunaan berada di pihak Skill Academy sepenuhnya. Hal tersebut sudah disepakati sejak awal kerjasama oleh kedua belah pihak dengan kontrak tertulis.

Namun, kami juga berusaha memahami atensi publik yang mungkin dilalui oleh Saudari. Prita, dan permintaannya untuk menarik kelas tersebut.

Kami memutuskan bahwa kelas tersebut tidak akan ditawarkan untuk peserta Kartu Prakerja mulai dari tanggal 2 Mei 2020.

Perlu saya sampaikan bahwa Skill Academy adalah platform pelatihan online dan offline bersertifikat terbesar di Indonesia. Seluruh kelas daring di Skill Academy diajarkan oleh pakar industri terpilih dan dapat diakses seumur hidup setelah pembelian. Skill Academy dikembangkan oleh Ruangguru, perusahaan teknologi pendidikan terbesar di Indonesia, yang telah melayani lebih dari 17 juta siswa di Indonesia, dan telah beroperasi di Vietnam.

(idn/idn)