Kementerian PPPA: Dongeng Bisa Atasi Kejenuhan Anak Selama Pandemi Corona

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Minggu, 03 Mei 2020 14:15 WIB
Deputi Bidang Perlindungan Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Nahar.
Deputi Perlindungan Anak Kementerian PPPA, Nahar (Kadek Melda Luxiana/detikcom)
Jakarta -

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI (Kementerian PPPA) mengatakan saat ini anak-anak cenderung merasa jenuh melakukan kegiatan di dalam rumah selama pandemi Corona. Untuk itu, pihaknya meminta orang tua dapat mengatasi kejenuhan yang dialami anak.

Deputi Bidang Perlindungan Anak Kementerian PPPA Nahar menjelaskan, pada awalnya anak merasa senang berada di rumah. Namun makin hari timbul kejenuhan di dalam diri anak karena tidak diperbolehkan bermain di luar rumah. Mengingat, kata Nahar, dunia anak adalah dunia bermain.

"Iya, prinsipnya kan dunia anak itu dunia bermain, senang. Di awal mereka senang tinggal di rumah karena biasanya kan sibuk di rumah, lalu diberikan kesempatan di rumah mereka senang. Namun lama-lama kok tugasnya tidak sesuai harapan, kok nggak bisa main lagi di luar," kata Nahar dalam siaran langsung di YouTube BNPB, Minggu (3/5/2020).

Menurut Nahar, seringkali hak anak terbentur dengan kepentingan lain. Misalnya, saat ini anak tidak bisa bebas bermain di luar rumah akibat wabah Corona. Maka, menurut Nahar, kondisi inilah yang harus diwaspadai oleh orang tua.

Dia menjelaskan ada banyak hal yang bisa mengusir kejenuhan anak-anak, misalnya menyajikan cerita-cerita melalui dongeng. Hal ini, kata Nahar, mampu mengatasi kebosanan yang berdampak buruk terhadap anak selama pandemi Corona.

"Maka dari itu, menggunakan cara-cara alat mendongeng, orang tua lakukan komunikasi variasi dan kehangatan. Dengan cara tertentu bisa jadi pola siasati kebosanan dan dampak buruk lainnya," jelasnya.

Senada dengan Nahar, M Ariyo selaku pendongeng mengatakan bahwa melalui cerita, anak-anak mampu memahami kondisi saat ini secara lebih sederhana.

"Sebenarnya tidak hanya anak-anak sih, tiap orang itu senang cerita. Tiap hal dilakukan dengan cerita akan lebih mudah dimengerti," ujarnya Ario.

(zap/zap)