ADVERTISEMENT

Pria di Sibolga Diusir karena Dituduh Inses, Polisi: Ada yang Bikin Panas Warga

Datuk Haris Molana - detikNews
Minggu, 03 Mei 2020 10:13 WIB
Ilustrasi Fokus Inses Sulsel (Andhika Akbarayansyah/detikcom)
Ilustrasi Inses (Andhika Akbarayansyah/detikcom)
Sibolga -

Seorang pria di Sibolga diminta meninggalkan rumahnya karena dituduh melakukan zina atau inses dengan ibunya. Polisi menyebut ada dugaan warga mengusir pria itu karena dipanas-panasi oleh warga lain.

"Ada warga yang awalnya memanas-manaskan sehingga warga lainnya terhasut," kata Kasubbag Humas Polres Sibolga Iptu R Sormin, Minggu (3/5/2020).

Sormin menyebutkan orang yang memanasi warga itu berinisial MH. Dia juga yang awalnya merekam ibu-anak itu sedang kusuk-mengusuk (pijat). Setelah mem-videokan, MH diduga memanasi masyarakat sekitar sehingga ada yang terhasut.

"MH mem-videokan (ibu-anak itu sedang kusuk-mengusuk/pijat)," sebut Sormin.

Sormin mengatakan belum ada laporan resmi ke pihaknya terkait masalah ini. Aparat di tingkat kelurahan dan tokoh setempat disebut telah turun tangan untuk menjaga situasi tetap kondusif.

"Kepling dan Babinsa Bhabinkamtibmas, Lurah dan tokoh-tokoh setempat tetap berkoordinasi agar situasi tetap aman dan baik dan hingga saat ini Polres Sibolga belum ada menerima laporan secara resmi," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, pria berinisial E diusir oleh warga karena dituduh berzina dengan ibu kandungnya. Sementara itu, rumah ibunya dilempari warga menggunakan batu.

Lurah Simare-mare, Mahmud Tanjung, menjelaskan peristiwa ini bermula saat dia mendapatkan laporan dari masyarakat tentang adanya anak dan ibu kandung yang berzina pada 28 April lalu. Setelah itu, Mahmud mengumpulkan semua pihak terkait untuk dilakukan mediasi. Namun masyarakat yang marah meminta si anaknya diusir.

Saat ini, E tinggal di lokasi dia bekerja. Lokasi itu berjarak 500 meter dari rumah ibunya.

"Saya tanya kemarin katanya tinggal di rumah saudaranya di kelurahan lain. Ternyata saya dapat informasi dia tidak tinggal di situ. Dia tinggal di tempat kerjanya, sekitar 500 meter dari rumahnya itu. Dia kuli bangunan," kata Mahmud Tanjung.

Mahmud mengatakan masyarakat menyebut E dalam keadaan sehat. Hal itu diketahui setelah dia menanyakan kondisi E sebelum diminta meninggalkan rumah.

"Saya tanya dia, kamu sehat? 'Sehat' katanya. Saya tanya tanggal lahirnya, dia jawab. Sepertinya dia normal," ujarnya.

(idn/idn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT