Pemerintah Tengah Pikirkan Pelonggaran PSBB

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 03 Mei 2020 03:22 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD membuka Forum Komunikasi dan Koordinasi di Jakarta, Selasa (10/3/2020). Forum ini dihadiri oleh Alumni Penerima Beasiswa Supersemar.
Menko Polhukam Mahfud Md (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Menko Polhukam Mahfud Md menanggapi keluhan masyarakat yang tidak dapat melakukan aktivitas dengan bebas saat pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Mahfud mengatakan pemerintah saat ini sedang memikirkan pelonggaran aturan PSBB.

Hal itu disampaikan Mahfud dalam siaran langsung yang ditayangkan melalui instagram @mohmahfudmd, Sabtu (2/5/2020). Mahfud mengatakan pelonggaran ini merupakan relaksasi PSBB.

"Kita tahu ada keluhan ini sulit keluar, sulit berbelanja dan sebagainya, sulit mencari nafkah dan sebagainya. Kita sudah sedang memikirkan apa yang disebut relaksasi PSBB," kata Mahfud.

"Nanti akan diadakan, sedang dipikirkan pelonggaran-pelonggaran. Misalnya rumah makan boleh buka dengan protokol begini, kemudian orang boleh berbelanja dengan protokol begini dan seterusnya dan seterusnya," sambung Mahfud.

Menurut Mahfud, pemerintah menyadari masyarakat akan mengalami stress jika terlalu dikekang. Dia menyebut stress itu malah akan membuat imunitas tubuh menjadi lemah.

"Ini sedang dipikirkan karena kita tahu kalau terlalu dikekang juga akan stress. Nah kalau stres itu imunitas orang itu akan melemah, juga akan menurun," ujarnya.

Lebih lanjut, Mahfud meminta warga tetap sabar dalam mengerjakan segala sesuatu di tengah pandemi. Dia mengimbau warga untuk tetap saling menjaga satu sama lain dan mematuhi protokol pemerintah demi penekanan angka penyebaran virus Corona.

"Oleh sebab itu kita memikirkan, mari kerjakan ini semua secara sabar bersama-sama. Yang diperlukan sekarang adalah kebersamaan, tidak ada lagi kirarti atau apa namanya struktur hubungan antara orang dengan orang lain yang satu lebih tinggi yang satu lebih rendah. Sekarang ini sama, sama-sama posisinya di depan Corona itu sama," ucapnya.

"Siapapun yang lengah akan diserang. Oleh sebab itu kita harus saling sama-sama menjaga, jangan biarkan ditulari orang lain, jangan juga menulari orang lain. Nah itulah sekarang protokol yang diatur oleh pemerintah," lanjut Mahfud.

(eva/eva)