F-Golkar DKI soal Pembagian Bansos Tahap 2: Sesuai Komitmen Kirim Tiap Minggu

Arief Ikhsanudin - detikNews
Minggu, 03 Mei 2020 01:30 WIB
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Golkar, Basri Baco
Ketua Fraksi Golkar DKI Jakarta, Basri Baco (Foto: Lisye Sri Rahayu/detikcom)
Luwu -

Fraksi Golkar DKI Jakarta berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak menunggu sepuluh hari menjelang Lebaran untuk membagikan bantuan sosial selama wabah Corona. Menurutnya, saat pembagian bantuan sosial (Bansos) fase pertama, masih banyak warga yang belum mendapatkan.

"Kasih rakyat kecil nanti kalau begitu. Seminggu saja, kalau (bansos) hanya senilai Rp 150 sudah pas-pasan apalagi kalau baru dua minggu baru dapat," kata Ketua Fraksi Golkar DKI Jakarta, Basri Baco, saat dihubungi, Sabtu (2/5/2020).

Diketahui, Pemprov DKI Jakarta rancangan akan membagikan bansos paling cepat 10 hari menjelang Lebaran. Maka, pembagian bansos akan dilaksanakan pada 14 Mai 2020.

"Saya rasa kelamaan, seharusnya kan tiap minggu dikirim bansosnya, komitmen pemda dan pemerintah pusat kan seperti itu. Jangan diubah lagi dong," kata

Menurut Baco, seharusnya pemerintah memberikan perhatian kepada masyarakat kalangan bawah. Terlebih, saat pemberian bansos gelombang pertama masih banyak masalah.

"Yang kemarin saja masih kurang. Sehingga hanya satu pintu satu bingkisan bukan per-KK. Empati lah dengan kondisi rakyat kecil sekarang ini," kata Baco.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan Pemprov DKI Jakarta akan memberikan bantuan sosial (bansos) jelang Idul Fitri tahun ini. Bansos akan diberikan sekitar seminggu sebelum Lebaran.

"Dari DKI sendiri nanti akan memberikan bingkisan bantuan sosial menjelang Idul Fitri, yang nanti proses eksekusinya akan dilakukan sekitar seminggu dan sepuluh hari sebelum Lebaran," kata Anies dalam konferensi pers yang disiarkan YouTube Pemprov DKI Jakarta, Jumat (1/5).

Bansos akan menyasar cakupan warga yang lebih besar dari fase pertama. "Bansos ini ditujukan untuk menjangkau masyarakat lebih banyak dari pada yang pertama," ujar Anies.

(aik/eva)