Belajar dari COVID-19, Ini 7 Tips Nadiem untuk Guru Saat Ajari Siswa

Reyhan Diandri - detikNews
Sabtu, 02 Mei 2020 22:08 WIB
Nadiem Makarim
Foto: Reyhan Diandri Ghivarianto
Jakarta -

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggelar acara bertajuk 'Belajar Dari COVID-19' dalam rangka merayakan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2020. Acara tersebut disiarkan langsung hari ini melalui salah satu stasiun TV nasional.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim membagikan tujuh tips untuk guru-guru maupun orang tua agar dapat dengan efektif memberikan pelajaran kepada anak dari rumah.

"Saya ingin hari ini memberikan beberapa pikiran saya dan juga beberapa tips-tips bagi pengajar baik guru atau orang tua dalam menghadapi kondisi situasi krisis ini. Di mana banyak sekali murid dan guru yang belajar dari rumah," ujar Nadiem, melalui live streaming acara Hardiknas 2020 di YouTube, Sabtu (2/5/2020).

Nadiem mengatakan untuk tips yang pertama dan juga yang terpenting adalah jangan stres. Jika masih ada banyak guru atau orang tua yang belum mengenal teknologi, cobalah untuk beradaptasi.

"Ini merupakan masa adaptasi pasti yang tentunya tidak mudah dan penuh dengan kebingungan serta ketidakpastian. Jadi jangan khawatir, yakini bahwa cara terbaik untuk belajar suatu hal baru adalah untuk keluar dari zona nyaman tersebut," jelas Nadiem.

Kemudian untuk tips kedua adalah membagi kelas menjadi kelompok yang lebih kecil. Dengan membagikan murid atau anak ke dalam beberapa kelompok kecil sesuai kompetensi mereka, maka waktu belajar akan lebih efektif.

"Cobalah membagi kelompok belajar berdasarkan kompetensi yang sama. Sebagai contoh mengapa 5 jam mengajar dalam satu hari harus dilakukan secara bersamaan, padahal itu bisa juga dibagi menjadi 5 kelompok yang lebih kecil melalui video conference. Setelah dibagi tersebut anak-anak dapat dibagi lagi sesuai dengan kompetensi mereka mungkin ada dengan pelajaran yang sulit atau diberi pelajaran yang mereka senangi, " ujar Nadiem.

Untuk tips yang ketiga Nadiem mengatakan para pengajar bisa memberikan group assignment yang menciptakan suatu tantangan dan kolaborasi. Dengan hal tersebut murid-murid dapat belajar bertanggung jawab, karena nilai mereka saling bergantung satu antarlainnya.

"Dan ini melatih empati mereka dan juga kemampuan mereka untuk mendorong kemampuan sesama lainnya. Dan yang terpenting untuk para siswa adalah asas gotong royong mereka itu juga terbentuk," ungkap Nadiem.

Tips keempat adalah mengalokasikan waktu bagi murid-murid yang tertinggal di dalam kelas. Nadiem mencontohkan jika para guru dapat mengalokasikan waktu mereka kepada murid tersebut dengan baik, maka sang murid dapat lebih percaya diri bergabung lagi dengan yang lainnya nantinya setelah krisis COVID-19 berakhir.

"Mungkinkah ini juga kesempatan untuk melibatkan orang tua dalam lebih memahami dan membantu, seperti apa tantangan anak-anak mereka yang mungkin membuat pembelajaran terganggu atau lebih lambat di suatu topik tertentu," jelas Nadiem.

Kemudian tips kelima yaitu fokus kepada yang terpenting. Menurut Nadiem, kalau kita mengajarkan semua pembelajaran dalam waktu bersamaan maka anak-anak mungkin tidak dapat memahami dengan baik. Oleh karena itu daripada kejar tayang semua topik, inilah saatnya untuk menguatkan konsep fundamental yang mendasari kemampuan para murid untuk bisa sukses di pelajaran manapun.

Sedangkan tips keenam adalah mencontek dari guru-guru lain. Nadiem mengatakan bahwa banyak guru yang berinovasi dengan metode belajar online. Sama seperti murid adapula guru yang lebih cepat beradaptasi dan ada juga guru yang lebih lambat dalam beradaptasi.

"Maka dari itu jangan ragu-ragu untuk meminta pertolongan dari guru lain. Jangan ragu untuk meminta contoh-contoh atau best practice dari guru lain. Seperti bagaimana menyampaikan bahan, bagaimana mereka menggunakan fitur-fitur software. Jadi itulah maksud saya dari mencontek guru lain," jelas Nadiem.

Dan tips yang terakhir adalah have fun. Nadiem berpendapat bahwa mengajar itu tidak mudah tapi siapa bilang harus membosankan.

"Walaupun kita dalam krisis, ini saatnya kita mencoba hal-hal yang masih diragukan namun dalam hati kita, kita rasa inilah yang terbaik. Inilah saatnya kita mendengarkan insting kita sebagai guru dan orang tua dan bukan hanya mengikuti proses seadanya. Seperti murid, inilah saatnya guru berinovasi dengan melakukan banyak tanya, banyak coba, dan banyak karya," pungkasi Nadiem.

Sebagai informasi, 'Belajar Dari COVID-19' merupakan sebuah program dari Kemendikbud untuk menginpirasi murid, guru, orang tua, serta masyarakat bahwa dalam kondisi pandemi ini kita masih bisa mendapatkan hikmah pembelajaran untuk bangsa Indonesia kedepannya. Dalam acara ini juga terdapat penampilan musik dari musisi tanah air seperti Tulus, Vidi Aldiano, Rinni Wulandari, Rizky Febian, Lyodra, Naura, Sabyan, Gitabumi Voices, dan Bina Vokalia.

Ada berbagai segmen menarik seperti diskusi dari Mendikbud dan Najwa Shihab yang belajar bareng mengenai COVID-19, serta selipan video-video edukasi dan komentar dari para murid, guru, hingga relawan mengenai kegiatan mereka di masa COVID-19.

(mul/ega)