Anies Akui 1,6 Persen Bansos Salah Alamat: Jadi Bahan Koreksi ke Depan

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Jumat, 01 Mei 2020 20:31 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat mengumumkan PSBB di DKI Jakarta. (Dok. Pemprov DKI)
Foto: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Dok. Pemprov DKI)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengakui adanya distribusi bantuan sosial (bansos) yang salah sasaran. Anies mengatakan bansos tersebut ternyata tidak tersalurkan ke warga yang berhak.

"Kemarin kita sudah lakukan menjangkau 1,2 juta keluarga dan alhamdulilah sudah terdistribusi dengan baik. Apakah sempurna? Tidak," kata Anies dalam konferensi pers yang ditayangkan YouTube Pemprov DKI, Jumat (1/5/2020).

"Ada 1,6% dari distribusi yang sampai kepada orang yang tidak berhak, lalu dikembalikan," imbuhnya.

Anies mengatakan salah distribusi itu lantaran adanya kesalahan data penerima bantuan. "Ada yang salah alamat, ada yang orang yang mampu, ada yang meninggal. Itu semua menjadi bahan untuk koreksi," ujar Anies.

Anies mengatakan kesalahan data penerima bansos tersebut pun dijadikan bahan koreksi. Dia memastikan penyaluran bansos tahap berikutnya akan tepat sasaran.

"Dalam waktu yang cukup singkat bisa mendistribusikan 98,4% pada keluarga yang tepat menurut saya itu suatu langkah yang harus kita apresiasi, karena tidak mudah. Hanya 1,6% ini jadi bahan kita untuk mengkoreksi ke depan," pungkas Anies.

(mae/dhn)