Nenek di Bengkulu Hidup Sebatang Kara, Hidup Berbekal Belas Kasih Warga

Hery Supandi - detikNews
Jumat, 01 Mei 2020 15:11 WIB
Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah saat mengunjungi rumah Nek Ngatirah yang tinggal sebatang kara (Hery Supandi/detikcom)
Nek Ngatirah yang tinggal sebatang kara di gubuk 2x3 beralaskan tanah (Hery Supandi/detikcom)
Bengkulu -

Nenek Ngatirah (90) tinggal sebatang kara di sebuah gubuk berukuran 2x3 meter. Ngatirah melanjutkan hidup berbekal belas kasihan warga sekitar.

Sang anak tidak pernah pulang ke rumah Ngatirah di Desa Panca Mukti, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah, Bengkulu. Gubuk yang ditinggali Nek Ngatirah jauh dari layak karena hanya berlantai tanah, dan semua perabotan bercampur dengan tempat tidurnya.

"Saya tidak mau menyusahkan orang lain, jadi saya lebih memilih tinggal sendiri, kalau bekerja saya tidak mampu lagi," ujar Ngatirah saat ditemui di rumahnya, Junat (1/5/2020).

Menurut warga setempat, Nek Ngatirah pernah ditawari tinggal di rumah warga sekitar. Tapi Ngatirah menolak karena tidak mau merepotkan orang lain. Akhirnya warga setempat sepakat secara bergantian memberi makan Ngatirah.

"Ya satu piring itu cukup untuk saya makan tiga kali sehari, alhamdulillah yang penting saya tidak mencuri," ujar Ngatirah sambil sesekali mengusap matanya.

Ngatirah bercerita, pernaj ada satu malam ia mengalami demam tinggi. Karena hanya sendiri dan tetangga berjauhan, ia menahan demamnya hingga akhirnya panasnya turun sendiri. Dia sudah tinggal di desa tersebut sejak 1973.

Lantaran prihatin dengan kondisi yang diderita warganya, kepala desa dan warga setempat bersepakat membuatkan rumah yang layak buat Ngatirah, namun karena terbentur biaya, akhirnya meminta bantuan pada Gubernur Bengkulu.

Selanjutnya
Halaman
1 2