Round-Up

Pandemi Bikin Jokowi Melihat Kekurangan Sektor Kesehatan

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 01 Mei 2020 07:30 WIB
Presiden Jokowi saat memberikan pernyataan bersama dengan PM Belanda Mark Rutte.
Presiden Jokowi (Foto: Andhika Prasetia)
Jakarta -

Pandemi virus Corona (COVID-19) membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) melihat ulang ketahanan bangsa Indonesia. Jokowi menyoroti sejumlah kekurangan di sektor kesehatan.

Pernyataan itu disampaikan Jokowi saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional yang disiarkan di saluran YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (30/4/2020). Jokowi awalnya bicara panjang lebar mengenai pandemi Corona yang melanda sejumlah negara di dunia.

Jokowi menyinggung beberapa negara maju yang menyatakan sudah mulai masuk tahap pemulihan tapi justru mengalami gelombang kedua. Dia meminta Indonesia menyiapkan berbagai skenario terkait penanganan virus Corona.

"Kita butuh kecepatan untuk keselamatan seluruh rakyat Indonesia. Memang belum ada kepastian kapan ini akan berakhir. Setiap ahli memiliki hitungan-hitungan yang berbeda mengenai pandemi COVID-19. Beberapa negara maju yang awalnya menyatakan sudah recover, sudah pulih, justru mengalami gelombang yang kedua. Kita harus menyiapkan diri dengan berbagai skenario, skenario yang paling ringan, skenario sedang, dan skenario yang paling berat," ujar Jokowi.

Dia mengajak semua pihak untuk disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Jokowi optimistis badai Corona ini segera berlalu.

"Saya optimis, tahun 2021 adalah tahun recovery, tahun pemulihan, dan tahun rebound. Untuk itu, selain kecepatan dalam mengatasi COVID-19, kita juga perlu kecepatan untuk pulih, kecepatan untuk recovery. Saya melihat negara yang akan menjadi pemenang, bukan hanya negara yang berhasil cepat mengatasi COVID-19, tetapi juga negara yang cepat melakukan pemulihan, cepat melakukan recovery," ujar dia.

Simak juga video Buntut Corona, Jokowi Sadar Ada Masalah di Sektor Kesehatan:

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2 3