Round-Up

Duduk Perkara Pembubaran Salat Jumat Berujung Pelaporan Bu Camat

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 01 Mei 2020 03:30 WIB
Camat Ujung Kota Parepare, Ulfah Lanto, marah-marah ke pengelola swalayan dan minimarket. Dia merasa pengelola usaha mengabaikan imbauan soal Corona.
Camat Ujung Kota Parepare, Ulfah Lanto (Foto: Hasrul Nawir/detikcom)
Parepare -

Salat Jumat di Masjid Ar Rahma, Cappa Ujung, Kecamatan Ujung, Kota Parepare, dibubarkan demi mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19). Tidak terima, warga melaporkan Camat Ujung ke polisi.

"Cuma dilaporkan, warga ini komplain karena dibubarkan (saat sholat Jumat). Iya betul, ada insiden pembubaran, dia melaksanakan ibadah terus dibubarkan," ujar Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Ibrahim Tompo saat dihubungi detikcom, Kamis (30/4/2020).

Polisi masih mendalami kasus ini dengan memeriksa sejumlah saksi.

Sedangkan Camat Ujung, Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), Ulfah Lanto, telah mengklarifikasi bukan dirinya yang membubarkan salat Jumat warga.

Berikut duduk perkara pembubaran salat Jumat yang berujung pelaporan Bu Camat:

Ulfah Lanto, Camat Ujung, Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), angkat bicara soal tudingan penodaan agama yang ditujukan ke dirinya karena membubarkan salat Jumat di masjid setempat.Ulfah Lanto, Camat Ujung, Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), angkat bicara soal tudingan penodaan agama yang ditujukan ke dirinya karena membubarkan salat Jumat di masjid setempat. Foto: dok. Istimewa


Awal Mula Peristiwa

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Ibrahim Tompo mengatakan camat berinisial UL di Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), dilaporkan ke polisi usai membubarkan sholat Jumat di masjid setempat. UL dilaporkan dengan tuduhan penodaan agama.

"Cuma dilaporkan, warga ini komplain karena dibubarkan (saat sholat Jumat). Iya betul, ada insiden pembubaran, dia melaksanakan ibadah terus dibubarkan," ujar Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Ibrahim Tompo saat dihubungi detikcom, Kamis (30/4/2020).

Ibrahim menjelaskan, insiden pembubaran sholat Jumat yang diduga dilakukan terlapor terjadi di Masjid Ar Rahma, Cappa Ujung, Kecamatan Ujung, Kota Parepare, pada 17 April 2020 lalu. Camat itu disebut melakukan pembubaran karena khawatir warga terinfeksi virus Corona yang sedang mewabah. Polisi menyebut bukan si camat yang langsung melakukan pembubaran.

Namun belakangan ada warga yang tidak puas dengan aksi sang Camat dan membawa persoalan tersebut ke ranah hukum. Aksi sang camat ini juga sempat ramai beredar di media sosial.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Ibrahim TompoKabid Humas Polda Sulsel Kombes Ibrahim Tompo (Hermawan Mappiwali/detikcom)

"Pembubaran cuma satu orang yang masuk (ke dalam masjid) dan itu bukan Pak Camat, iya cuma 'teriak bubar- bubar'," katanya.

Ibrahim mengatakan laporan polisi terhadap Camat tersebut diterima pihak Polres Parepare, pada Senin (26/4).


Niatnya Selamatkan Warga dari Corona

Kepolisian kemudian mendalami laporan tersebut.

"Baru kita dalami," kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Ibrahim Tompo saat dihubungi detikcom, Kamis (30/4/2020).

Ibrahim mengatakan, dari pendalaman sementara, sejauh ini belum ditemukan unsur pidana dari insiden pembubaran tersebut. Pasalnya, aksi sang Camat saat itu atas dasar rasa khwatir jika warganya akan tertular virus Corona yang sedang mewabah, bukan bermaksud menodai agama.

"Di pendalaman awal, niatnya bukan pencemaran agama, dia melakukan pembubaran itu dengan niat menyelamatkan warga dari wabah COVID. Jadi niatnya saja sudah bagus itu kok," ujar Ibrahim.

Namun, Ibrahim mengungkapkan saat ini Polres Parepare masih terus melakukan pendalaman terkait laporan warga itu. Dia menyebut sejumlah saksi pun telah dimintai keterangan.

Selanjutnya
Halaman
1 2