Punya Inovasi Pembangunan, Jateng Raih Predikat Provinsi Terbaik 2020

Faidah Umu Sofuroh - detikNews
Kamis, 30 Apr 2020 22:50 WIB
Ganjar Pranowo
Foto: detikcom
Jakarta -

Provinsi Jawa Tengah kembali menyabet peringkat pertama pada Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) 2020. Penghargaan itu menjadi istimewa lantaran, di tahun lalu Provinsi Jawa Tengah juga menyabet predikat serupa.

Tidak hanya tingkat provinsi, dua pemerintah daerah yakni Kabupaten Temanggung dan Kota Semarang juga menerima titel terbaik. Penghargaan itu, diumumkan bersamaan dengan Musrenbangnas 2020 yang diselenggarakan melalui teknologi video conference. Kegiatan itu, dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

Melalui teknologi maya, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengumumkan pemenang PPD 2020. Jawa Tengah menjadi yang terbaik karena inovasi-inovasi pembangunan daerah yang dilakukan.

"Di antaranya, program pengurangan kemiskinan melalui 'Satu OPD, Satu Desa Dampingan', Program Sekolah Tanpa Sekat dan Program Rumah Sakit Tanpa Tembok. Melalui terobosan ini, Jateng mengungguli Provinsi Bengkulu dan Provinsi Jawa Timur," ungkap Suharso dalam keterangan tertulis, Kamis (30/4/2020).

Sementara itu, Kabupaten Temanggung menyabet peringkat pertama, mengalahkan Kabupaten Poso dan Kabupaten Bangka. Pembangunan potensi alam dan penguatan budaya masyarakat yang unggul, dinilai menjadi nilai lebih Temanggung.

Sementara itu, di kategori kota, Ibu Kota Jawa Tengah, Semarang, menjadi pemuncak. Satu di antaranya dengan inovasi Kampung Trademark (Tematik) dianggap lebih baik dibanding kota Padang dan Yogyakarta.

Suharso menyebut, penilaian PPD didasarkan atas dokumen Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) dan proses penyusunan RKPD. Selain itu, juga dinilai pencapaian pelaksanaan dokumen RKPD dan inovasi yang dikembangkan.

"Namun karena situasi pandemi COVID-19, wawancara dilakukan tidak secara langsung termasuk kunjungan ke wilayah," ujarnya.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo ,menyambut baik penghargaan tersebut. Bagi pemerintahannya ini adalah amanat untuk bisa melakukan perencanaan lebih baik.

"Saya terima kasih kepada kawan-kawan ASN, kelompok, perguruan tinggi dan civil society yang sudah membantu. Kita hattrick di provinsi, kabupaten dan kota meraih semuanya. Ini artinya bupati dan wali kota juga bagus," ujarnya.

Ia berharap ke depannya bisa lebih responsif dan memperhatikan lebih banyak sektor. Itu untuk menjamin usulan semua sektor bisa tertampung secara maksimal.

"Yang harus kita lakukan adalah lebih responsif nantinya, predictable (terprediksi) dalam perencanaannya dan memperhatikan banyak sektor," pungkasnya.

(mul/mpr)