400 Orang di Bali Reaktif Corona Setelah Jalani Rapid Test

Angga Riza - detikNews
Kamis, 30 Apr 2020 18:49 WIB
Selama ini kita mengenal metode untuk menentukan warga terinfeksi virus corona melalui rapid test dan PCR, namun baru-baru ini WHO menyarankan agar tidak mendeteksi COVID-19 menggunakan rapid test.
Foto ilustrasi rapid test (Antara Foto)
Denpasar -

Tim gugus tugas Provinsi Bali melakukan rapid test terhadap warga Banjar Serokadan, Desa Abuan, Kabupaten Bangli, sebanyak 1.200 orang. Hasilnya, dari warga yang dites sementara, sekitar 400 orang mengalami reaktif.

"Mengenai rapid test yang dilakukan di desa Abuan Bangli di sana sudah menjalani rapid test tadi saya ke sana sebelum saya pulang tadi sudah ada 1.200-an yang di-rapid, dari yang di-rapid itu ternyata yang reaktif menurut rapid jumlahnya 400-an. Tadi saya pulang mendahului pulang dari sana jadi gambaran 1.200-an yang sudah di-rapid itu ada yang reaktif 400," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Bali Dewa Made Indra dalam keterangan jumpa pers, Kamis (30/4/2020).

Rapid test yang dilakukan ini karena sebelumnya ada 8 warga yang positif COVID-19 di banjar tersebut. Dari hasil rapid test yang reaktif akan dilanjutkan dengan tes swab untuk mengetahui hasil yang lebih akurat.

"Sehingga dilanjutkan swab untuk memastikan apakah benar-benar positif atau tidak tentu hasil akhir yang akan kita pakai adalah hasil uji swab-nya karena jumlahnya masih banyak ada 1.000 lagi yang belum maka jumlah rapid test-nya akan dilanjutkan besok," ungkap Indra.

Sementara itu, selain di Desa Abuan Bangli, rapid test dilakukan di Padangkertha, Karangasem, yang sebelumnya ada 1 keluarga yang terjangkit. Dari hasilnya, Indra mengungkapkan ada 12 yang reaktif.

"Sedangkan yang di Padangkerta sudah dilakukan rapid test dan juga sedang berlangsung sementara belum selesai waktu saya update tadi kedapatan ada 12 orang yang reaktif ini juga akan dilanjutkan uji labnya atau swab untuk memastikan atau lebih akurat hasilnya," jelasnya.

(zap/zap)