Round-Up

Ketika Ngabuburit Tak Lazim Lagi Kala Ramadhan

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 30 Apr 2020 08:49 WIB
Pedagang takjil di Alun-alun Ciamis
Foto: Omzet pedagang takjil di Ciamis menurun drastis. Ngabuburit di masa pandemi Corona jadi tak lazim (Dadang Hermansyah)
Jakarta -

Tradisi menunggu waktu berbuka puasa atau ngabuburit pada Ramadhan tahun ini terasa berbeda. Ngabuburit jadi tak lazim di masa pandemi Corona. Bahkan, ngabuburit di luar, kini jadi perbuatan terlarang.

Kata ngabuburit sendiri berasal dari bahasa Sunda. Merujuk 'Kamus basa Sunda: katut kĕtjap-kĕtjap asing nu geus ilahar' susunan Satjadibrata, ngabuburit (ngadagoan burit) artinya adalah jalan-jalan pada waktu sore hari, untuk menunggu waktu berbuka puasa. Biasanya, aktivitas ini dilakukan dengan berkumpul di jalan untuk sekadar nongkrong atau membeli takjil.

Istilah ngabuburit pun kemudian kian populer dan tak hanya dipakai di daerah Jawa Barat yang didominasi oleh suku Sunda saja. Ngabuburit jadi tradisi di banyak daerah di Indonesia. Namun, kini tradisi itu menjadi tak lazim karena wabah Corona.

Misalnya, di Cianjur, Jawa Barat aktivitas ngabuburit dilarang karena bisa menciptakan kerumunan. Padatnya aktivitas masyarakat berujung penutupan ruas jalan protokol di pusat perbelanjaan wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (29/4/2020) sore. Hal itu dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Corona setelah ditemukannya pasien positif COVID-19.

Berdasarkan pantauan detikcom, ada dua ruas jalan yang ditutup, yakni Jalan HOS Cokroaminoto dan Jalan Mangunsarkoro. Penutupan dilakukan mulai pukul 16.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB.

Jalan yang menjadi pusat ekonomi di wilayah perkotaan Cianjur itu seketika langsung sepi. Padahal biasanya sejak siang hingga menjelang waktu berbuka, ruas jalan tersebut padat, mulai kendaraan hingga pejalan kaki, yang mencari hidangan berbuka puasa ataupun ngabuburit.

Kasat Lantas Polres Cianjur AKP Ricky Adipratama menjelaskan penyekatan tersebut merupakan kedua kalinya pada awal Ramadhan ini. "Penyekatan ini juga dilakukan bukan karena kita tidak sayang sama masyarakat, justru dengan dilakukannya penyekatan kita bisa terhindar dari kerumunan dan penyebaran COVID-19," ujar Ricky di lokasi penutupan jalan.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3