Round-Up

Napas (Setengah) Lega Romahurmuziy di Kala Bebas

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 30 Apr 2020 06:46 WIB
Romahurmuziy bebas dari Rutan KPK
Romahurmuziy (Foto: dok. ist)
Jakarta -

Mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Rommy tampaknya bisa sedikit bernapas lega. Rommy resmi bebas dari Rutan KPK meski harus tetap menanti putusan kasasi Mahkamah Agung (MA).

Rommy sebelumnya divonis 2 tahun penjara di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. Rommy dinyatakan bersalah menerima uang terkait jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag).

"Menyatakan terdakwa Romahurmuziy telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut," kata hakim ketua Fahzal Hendri saat membacakan amar putusan dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (20/1/2020).

KPK lantas mengajukan permohonan banding atas vonis yang dijatuhkan kepada mantan anggota DPR tersebut. KPK menilai vonis 2 tahun penjara terhadap terhadap Rommy itu belum memenuhi rasa keadilan.

"Perkara atas nama Romahurmuziy, JPU KPK menyatakan sikap melakukan upaya hukum banding," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri kepada wartawan, Senin (27/1).

Langkah yang sama dilakukan oleh pihak Rommy. Kuasa hukum Rommy, Maqdir Ismail, mengatakan pengajuan banding ini untuk melindungi kliennya dari penzaliman lebih lanjut dari penegakan hukum.

"Bahwa, untuk melindungi hak-hak klien kami terhadap upaya pendzaliman lebih lanjut dengan berbajukan penegakan hukum, maka klien kami juga menyatakan banding dan telah kami daftarkan di PN Tipikor pada hari terakhir, hari ini (27/1), menyusuli pendaftaran oleh KPK," kata Maqdir dalam keterangannya, Senin (27/1).

Namun pada akhirnya Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta menerima permohonan banding yang diajukan Romahurmuziy alias Rommy. PT DKI Jakarta mengurangi hukuman Rommy dari 2 tahun menjadi 1 tahun.

"Menerima permintaan banding dari penuntut umum pada KPK dan terdakwa," dikutip dari relaas pemberitahuan putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, Kamis (23/4).

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Muchammad Romahurmuziy oleh karena itu dengan pidana penjara selama satu tahun dan denda sebesar Rp 100 juta dengan ketentuan apabila terdakwa tidak membayar denda tersebut diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan," bunyi relaas itu.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3