Istana Jawab Habiburokhman soal Kartu Pra Kerja: Bukan Cuma Pelatihan

Arief Ikhsanudin - detikNews
Kamis, 30 Apr 2020 06:33 WIB
Tenaga Ahli Utama KSP Donny Gahral Adian
Foto: Tenaga Ahli Utama KSP Donny Gahral Adian (dok. ist)
Jakarta -

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Gerindra Habiburokhman menyoroti pelaksanaan pelatihan program Kartu Pra Kerja dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurut Kantor Staf Presiden (KSP), anggaran Karu Pra Kerja bukan hanya untuk pelatihan, tapi ada insentif lainnya.

"Kartu Pra Kerja ini berbeda dengan desain awal. Awal kan cuma berikan pelatihan, Kartu Pra Kerja yang baru-baru ini bukan hanya pelatihan terpenuhi, juga insentif finansial," kata Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Donny Gahral Adian saat dihubungi, Rabu (29/4/2020).



"Selain pelatihan, ada intensif Rp 400 ribu per bulan selama empat bulan. Ada insentif, terus ada lagi insentif pasca survei 50X3 sama dengan Rp 150 ribu, ada bantuan biaya hidup untuk mereka yang terkena," kata Donny.

Sementara, saat ini baru terlaksana satu gelombang Kartu Pra Kerja. Masih ada 29 gelombang lain sampai dengan akhir tahun ini. Sehingga, pembahasan soal anggaran masih bisa dibahas. Terutama mengingat kondisi saat ini sedang wabah Corona (COVID-19).

"Dengan kondisi darurat (karena virus corona), ya menjadi Kartu Pra Kerja darurat. sehingga dalam Kartu Pra Kerja ada insentif, finansialnya. Anggaran berapa, pelatihan, intensif, itu semua bisa dievaluasi," kata Donny.



Sebelumnya, Habiburokhman menyoroti pelaksanaan pelatihan program Kartu Pra Kerja dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Habiburokhman heran ada pelatihan membuat pempek di program itu dengan biaya mahal.

"Pertama, proses pengadaan jasa pelatihan. Saya orang Palembang, Pak, saya bingung ada pelatihan bikin pempek, Pak, Rp 600 ribu. Itu kan nggak ada e-catalog. Kalau misal Bapak usut pengadaan. Bapak bisa usut harga di toko A, toko B dengan spesifikasi yang sama. Pempek ya gitu-gitu aja, Pak," kata Habiburokhman dalam rapat Komisi III dengan KPK yang disiarkan langsung.

"Iya kan, kapal selam, lenjer, ya kan, Rp 600 ribu. Belajar aja sama istri saya di rumah, gratis, di YouTube, gratis. Pak Firli juga bisa itu buat pempek, gitu kan," imbuhnya.

(aik/rfs)