Round-Up

Ancaman Flu Babi Afrika Bikin Peternak Rugi di Kala Pandemi

Tim Detikcom - detikNews
Rabu, 29 Apr 2020 23:15 WIB
Potret Peternakan Babi di Jayapura
Ilustrasi (Muhammad Ridho/detikcom)
Jakarta -

Ribuan babi mati di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) karena serangan virus African Swine Fever (ASF). Karena hal ini, peternak babi di provinsi tersebut mengalami kerugian.

Dinas Peternakan NTT mencatat ada 6.988 ekor babi ternak milik warga mati karena virus flu babi Afrika tersebut. Kematian pun diperkirakan akan terus bertambah.

"Virus ASF memang masih menyerang ternak babi milik warga, terutama Pulau Timor. Kami mencatat hingga kini kasus kematian mencapai 6.998 ekor," kata Kepala Dinas Peternakan NTT Dani Suhadi kepada wartawan di Kupang, seperti dilansir Antara, Rabu (29/4/2020).

Dia mengungkapkan, pada pertengahan Maret lalu, sudah ada 4.800 ekor babi yang mati disebabkan virus yang sama. Dijelaskan Dani, serangan virus ASF yang menyebabkan ribuan ekor babi mati itu terjadi pada semua wilayah di Pulau Timor, dengan kasus terbanyak terjadi di Kabupaten Kupang.

"Kasus kematian ini tidak hanya melanda ternak babi milik warga, tetapi juga di pusat pembibitan milik pemerintah," katanya.

Karena kejadian ini, masyarakat dan warga resah. Lantaran, kematian babi membuat mereka kehilangan sumber pendapatan yang menunjang kebutuhan ekonomi rumah tangga mereka.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2