6.998 Ekor Babi di Pulau Timor NTT Mati Akibat Virus ASF

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 29 Apr 2020 11:13 WIB
Potret Peternakan Babi di Jayapura
Ilustrasi peternakan babi (Muhammad Ridho/detikcom)
Jakarta -

Dinas Peternakan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat 6.998 ekor babi ternak milik warga mati akibat terserang virus African Swine Fever (ASF). Jumlah kematian babi terus bertambah.

"Virus ASF memang masih menyerang ternak babi milik warga, terutama Pulau Timor. Kami mencatat hingga kini kasus kematian mencapai 6.998 ekor," kata Kepala Dinas Peternakan NTT Dani Suhadi kepada wartawan di Kupang, seperti dilansir Antara, Rabu (29/4/2020).

Dia mengatakan, pada pertengahan Maret lalu, jumlah babi yang mati sekitar 4.800 ekor. Dani mengatakan serangan virus ASF yang menyebabkan ribuan ekor babi mati itu terjadi pada semua wilayah di Pulau Timor, dengan kasus terbanyak terjadi di Kabupaten Kupang.

"Kasus kematian ini tidak hanya melanda ternak babi milik warga, tetapi juga di pusat pembibitan milik pemerintah," katanya.

Menurutnya, ribuan kasus kematian babi tersebut menimbulkan keresahan bagi masyarakat atau peternak karena membuat mereka kehilangan sumber pendapatan untuk menunjang kebutuhan ekonomi rumah tangga.

Dinas Peternakan bersama DPRD NTT telah membahas upaya penanganan dampak ekonomi terkait serangan virus ASF ini terhadap para peternak.

"Kami sudah bahas bersama dewan, jadi ada realokasi anggaran yang dilakukan dan itu diharapkan tidak keluar dari upaya penanganan keluarga peternak yang terdampak ASF," katanya.

Dani Suhadi menambahkan realokasi anggaran ini juga terintegrasi dengan bantuan untuk keluarga peternak yang terdampak dari serangan wabah COVID-19.

(jbr/idh)