Pengakuan Pernah Diculik UFO, dari New Hampshire hingga Cirebon

Danu Damarjati - detikNews
Rabu, 29 Apr 2020 18:44 WIB
Ilustrasi penculikan oleh alien
Ilustrasi 'Diculik Alien'. (Thinkstock/Fergregory)

Cirebon, Jawa Barat

Kabar seorang bocah di Cirebon diculik alien ini tidak dituturkan secara langsung oleh bocah tersebut, melainkan oleh orang lain.

Cerita ini dituturkan oleh dosen psikologi di Bina Grahita Mandiri, Surabaya, bernama Nur Agustinus. Dia adalah pendiri Komunitas Beta-UFO. Ini diberitakan detikcom pada 3 Desember 2007 lampau.

Cover thumb Infografis_UFOIlustrasi (Rengga/detikcom)

Dari pengamatan dan informasi yang diterima Beta-UFO, penampakan UFO kerap terjadi di tiga daerah, yakni Jakarta, Bandung, dan Cirebon. Sebab itu, mereka menyebut ketiga daerah itu dengan istilah 'segitiga UFO' di Indonesia.

"Hingga sekarang kami terus mencari tahu kenapa UFO sering muncul di wilayah-wilayah tersebut," ujar Nur kala itu.

Ia menceritakan, seorang warga di Cirebon melaporkan pada 2000 tentang adanya makhluk asing, yakni alien, di daerahnya. Bocah berusia 6 tahun itu terpisah dari teman-temannya saat bermain di kebun tebu, yang lokasinya tidak jauh dari tempat tinggalnya.

Saat beranjak pulang, anak tersebut tiba-tiba bertemu dengan lima makhluk aneh. Badannya ditumbuhi banyak sisik. Tanpa berpikiran macam-macam, bocah yang namanya dirahasiakan itu sempat bermain selama beberapa menit dengan mahkluk asing tersebut.

alienIlustrasi Alien (Foto: istimewa)

Bocah itu mungkin merasa hanya bermain beberapa menit, tapi bagi orang tua dan para tetangga yang mencarinya, bocah itu telah menghilang selama dua pekan. Hal ini tentu saja membuat mereka panik. Tapi ternyata setelah dua pekan di cari-cari bocah tersebut pulang ke rumah.

Pihak keluarga menduga, bocah yang kini berusia 13 tahun tersebut dibawa makhluk halus, semacam jin atau lelembut. Namun menurut Nur, bocah tersebut diyakini bertemu dengan Alien. Ciri yang membuatnya semakin membuat Nur yakin bocah itu sekarang dikenal sebagai anak yang cerdas di sekolahnya.

"Kami menerima laporan dari tetangga korban. Namanya sengaja kami rahasiakan supaya anak tersebut tidak mengalami tekanan mental," jelas Nur Agustinus.

Halaman

(dnu/zlf)