ADVERTISEMENT

Wanita di Aceh Nekat Jual Nasi Siang Bulan Puasa, Diduga Dibeking Preman

Agus Setyadi - detikNews
Selasa, 28 Apr 2020 19:22 WIB
Petugas Wilayatul Hisbah (Polisi Syariat Islam) memakaikan kain sarung kepada warga memakai celana pendek saat terjaring razia penertiban hukum syariat islam di Lhokseumawe, Aceh, Senin (5/8/2019). Razia syariat Islam itu menjaring puluhan wanita memakai pakaian ketat dan pria memakai celana pendek yang tidak sesuai dengan hukum syariat, qanun nomor 11/2002 tentang akidah, ibadah dan syiar islam serta qanun nomor 6/2014 tentang hukum jinayat Aceh. ANTARA FOTO/Rahmad/foc.
Petugas Wilayatul Hisbah (Polisi Syariat Islam) (Rahmad/Antara Foto)
Banda Aceh -

Seorang perempuan di Banda Aceh, Aceh, kepergok petugas Satpol PP-Wilayatul Hisbah (WH/polisi syariah) tengah berjualan nasi di siang hari. Perempuan tersebut diduga memakai seorang preman untuk melindunginya.

"Perempuan tersebut kita beri peringatan untuk tidak jualan di tempat terbuka," kata Kasat Pol PP-WH Banda Aceh, Muhammad Hidayat, saat dimintai konfirmasi detikcom, Selasa (28/4/2020).

Menurut Hidayat, perempuan tersebut menjajakan nasi bungkus di lorong pasar sayur di Jalan Kartini, Peunayong, Banda Aceh. Petugas Satpol PP-WH kemudian menyita nasi yang dijualnya.

"Kita meminta pelaku menaati seruan bersama Forkopimda Banda Aceh, yaitu jualan setelah salat Asar," jelas Hidayat.

Selain memperingatkan penjual, jelas Hidayat, petugas Satpol PP-WH menegur seorang preman yang diduga menjadi pelindung alias beking perempuan tersebut. Preman tersebut sempat diamankan, namun setelah diberi peringatan dilepas kembali.

"Preman yang menghalang-halangi juga sudah kita peringatkan," ungkap Hidayat.

(agse/jbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT