Sudah 2 Pekan Terapi Plasma Darah untuk Lawan Corona Diuji Coba di RI

Eva Safitri - detikNews
Selasa, 28 Apr 2020 17:17 WIB
Juru Bicara Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto (Dok. BNPB)
Jakarta -

Terapi plasma darah dari penyintas Corona (COVID-19) guna mengobati pasien positif Corona tengah diuji coba di sejumlah negara termasuk Indonesia. Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19, Achmad Yurianto, mengatakan uji coba plasma darah di Indonesia sudah sudah berlangsung dua minggu.

"Masih clinical trial di RSPAD Gatot Subroto, masih uji coba klinis, itu bakal diuji coba langsung ke pasien. Sudah berlangsung dua mingguan," kata Yuri ketik dihubungi, Selasa (28/4/2020).

Yuri mengatakan terapi plasma darah itu membuahkan hasil yang baik. Beberapa pasien, menurutnya, terbukti menghasilkan hasil negatif setelah dilakukan uji coba.

Namun Yuri tidak menyebut jumlah pasien yang dilakukan uji coba dengan plasma darah. Uji coba masih terus berlangsung paling tidak, hingga ratusan sampel. Uji coba akan diluaskan ke kota-kota lain di Indonesia.

"Ada hasilnya udah bagus, sudah sembuh, sudah negatif, tapi kan tetap harus uji coba karena kan butuh sampel banyak, nggak mungkin nyoba satu orang terus berlaku (secara nasional), ya nggak mungkin, ya paling enggak sampelnya harus sekian ratus," ujarnya.

"Belom banyak, ini uji cobanya mau diluaskan sampe ke kota-kota lain," sambung Yuri.

Yuri mengatakan dia belum mengetahui apakah plasma darah ini akan diterapkan secara masif. Untuk menerapkannya, jelas Yuri, harus ada kesepakatan dengan negara lain.

"Lah iya, kan hasil uji coba itu kan baru dievaluasi, dan bisa distandarkan atau enggak, kan masih uji coba, kan harus berlaku seluruh dunia nggak mungkin lokal-lokalan," tuturnya.

(eva/fjp)