Ravio Patra Lapor Polisi Soal Dugaan Peretasan WA yang Sebar Hasutan Kekerasan

Ibnu Hariyanto - detikNews
Selasa, 28 Apr 2020 11:56 WIB
Ravio Patra
Ravio Patra (Foto: Facebook)
Jakarta -

Aktivis Ravio Patra melaporkan kasus dugaan peretasan akun WhatsApp (WA) miliknya ke Polda Metro Jaya. Ravio Patra berharap polisi mengusut tuntas kasus dugaan peretasan tersebut.

"Melalui laporan kepada pihak kepolisian, Ravio berharap agar polisi segera memproses kasus ini sehingga terungkap siapa peretas dan apa maksud tujuannya," kata salah seorang kuasa hukum Ravio Patra, Era Purnamasari, dalam keterangan tertulis, Selasa (28/4/2020).

Era mengatakan Ravio didampingi tim kuasa hukum melaporkan kasus dugaan peretasan WA miliknya ke Polda Metro Jaya kemarin sekitar pukul 17.00 WIB. Laporan itu diterima dengan tanda tanda bukti lapor bernomor TBL/2528/IV/YAN 2.5/2020 SPKT PMJ tertanggal 27 April 2020.

"Dalam laporan tersebut, Ravio melaporkan dugaan tindak pidana peretasan atau menerobos sistem elektronik sebagaimana Pasal 30 ayat (3) jo 46 ayat (3) UU 19 Tahun 2016 tentang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik)," ujar Era.

Era menilai kasus dugaan peretasan yang dialami Ravio ini sebagai salah satu ancaman terhadap para pegiat HAM dan demokrasi. Selain ke polisi, Ravio akan melaporkan kasus dugaan peretasan itu ke salah satu perusahaan provider seluler.

"Selain itu, Ravio melalui kuasa hukumnya juga akan membuat laporan resmi kepada provider seluler," tuturnya.

Seperti diketahui, Ravio Patra ditangkap di Jalan Blora, Menteng, Jakarta Pusat, saat hendak memasuki sebuah mobil diplomatik Kedubes Belanda pada Rabu (22/4) malam. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan Ravio Patra ditangkap atas dugaan perbuatan onar dan penghasutan untuk melakukan kekerasan.

"Yang bersangkutan memang diduga menyiarkan berita onar atau menghasut membuat kekerasan atau menyebar kebencian," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus dalam jumpa pers yang disiarkan secara live melalui akun Instagram, Kamis (23/4).

Sementara itu, pihak Ravio Patra menyampaikan adanya peretasan WA terkait kasus tersebut. Hal ini diungkap Ketua YLBHI Asfinawati, yang mendampingi Ravio Patra dalam pemeriksaan.

"HP-nya diretas," kata Asfinawati.

Ravio sempat diperiksa selama 24 jam. Kemudian, Ravio dipulangkan pada Kamis, 23 April, malam. Selain Ravio Patra, staf Kedutaan Belanda berinisial RS, yang sempat ikut diamankan, sudah dipulangkan.

(ibh/zak)