Pakar UI soal 'Kasus Corona di DKI Flat': Bisa Saja Landai karena Tes Terbatas

Farih Maulana Sidik - detikNews
Selasa, 28 Apr 2020 07:40 WIB
Epidemiolog UI Pandu Riono (Dok web situs FKM UI)
Foto: Epidemiolog UI Pandu Riono (Dok web situs FKM UI)
Jakarta -

Pemerintah mengungkap tren kasus positif virus Corona (COVID-19) di DKI Jakarta mulai melambat dan sudah flat. Epidemiolog dari FKM UI, Pandu Riono menilai pemerintah hanya berupaya untuk membuat masyarakat tenang.

"Terlalu cepat menyimpulkan. Tapi saya mengerti kenapa Pak Monardo harus bicara seperti itu supaya menenangkan masyarakat. Semuanya kadang-kadang hanya ingin menenangkan masyarakat, Juli selesai juga untuk menenangkan masyarakat supaya ada kepastian. Tapi bagaimana mewujudkan kepastian itu, itu yang penting," kata Pandu saat dihubungi, Senin (27/4/2020).


Pandu menyebut jumlah kasus yang dilaporkan tinggi atau rendah bergantung pada jumlah yang diperiksa. Menurutnya, jika jumlah yang diperiksa lebih sedikit dari hari sebelumnya sudah pasti angka kasus positif juga menurun.

"Pertanyaannya PDP meningkat nggak? Kalau meningkat itu ada masalah ditesting, jumlah yang dites sama banyak nggak? kalau jumlah yang dites menurun artinya ya pasti kasus yang terkonfimasi menurun karena belum dites. Jadi kalau kita melihat apakah menetap atau tidak seharusnya dari berapa orang yang dites, dan ini yang perlu diinformasikan karena dari berapa orang yang dites itu berapa yang di positif, jadi angka proporsinya nggak ada," katanya.

"Misalnya 100 orang dites, ternyata 50 orang positif, 50 persen. Besok yang dites hanya 50 orang, yang positif 40 orang, artinya jumlah yang dites sedikit. Jadi kalau hanya melihat nilai-nilai mutlak kita bingung, ini nilai dari berapa banyak dari yang sudah dites. Bisa saja angkanya landai atau menurun karena jumlah yang dites terbatas. Jadi kalau jumlah yang ditesting jumlahnya sama atau meningkat baru kita yakin gitu, bahwa ini terjadi penurunan. Tapi selama itu belum diketahui, jangan senang-senang dulu," sambungnya.

Update Corona di Indonesia: 9.096 Positif, 1.151 Sembuh, 765 Meninggal: